detikNews
Senin 24 Juni 2019, 09:10 WIB

Dampak Embun Es Semakin Meluas ke Lahan Pertanian Kentang di Dieng

Uje Hartono - detikNews
Dampak Embun Es Semakin Meluas ke Lahan Pertanian Kentang di Dieng Embun es di Dieng mengancam lahan kentang warga. (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara - Dampak turunnya suhu udara di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jateng, mulai dirasakan petani kentang. Saat ini, dampak embun es atau 'bun upas' kian meluas.

Tanaman kentang yang berada di sekitar komplek Candi Arjuna mulai terkena embun salju. Daun tanaman kentang pun terlihat putih, termasuk tanah di lahan kentang yang belum ditanami juga terlihat putih.

"Sekarang sudah mulai berdampak. Ini begitu terkena sinar matahari langsung layu," ujar salah satu petani kentang Desa Dieng Kulon, Muflihin, saat melihat tanaman kentang, Senin (24/6/2019).


Dengan adanya fenomena embun es, ia mengaku hanya bisa pasrah. Sebab, salah satu antisipasi untuk mengurangi bahaya embun es adalah dengan memasang jaring di atas tanaman kentang. Namun hal tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar.

"Dibiarkan saja, mau bagaimana lagi. Sebenarnya pasang jaring di atas tanaman bisa mengurangi, tetapi biayanya besar," ungkapnya.
Dampak Embun Es Semakin Meluas ke Lahan Pertanian Kentang di DiengPaparan embun es di dedaunan kawasan Dieng (Foto: Uje Hartono/detikcom)

Ia hanya berusaha menyirami tanaman kentang lainnya yang belum terkena embun es. Sebab, jika suhu turun, kondisi tanah menjadi kering sehingga harus setiap hari disiram.

"Tanaman kentang kalau suhu udara turun disiram setiap hari, karena tanah kering. Terutama tanaman yang belum kena embun es," terangnya.


Slamet, petani kentang lainnya, mengatakan saat ini rata-rata usia tanaman kentang mulai dari 1 bulan hingga 2 bulan. Biasanya, usia tanaman kentang semakin tua, akan semakin kuat dengan ancaman embun es.

"Kalau masih baru tanam ini yang sangat berisiko mati terkena embun es. Kalau yang sudah tua, akan kuat jika hanya embun es-nya tipis. Tetapi kalau tebal tetap saja layu. Sedangkan usai kentang memasuki masa panen kalau sudah 100 hari," jelasnya.

Ia meyakini, embun es akan terjadi lebih tebal lagi di puncak musim kemarau. Biasanya, hal tersebut terjadi di Bulan Agustus mendatang.

"Ini masih belum seberapa, nanti di Bulan Agustus akan lebih tebal. Dan itu akan lebih mengancam tanaman kentang," kata dia.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed