detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 16:59 WIB

Warung Daging Anjing Ditutup

Temui Pedagang Daging Anjing, Bupati Karanganyar: Saya Ingin Anda Plong

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Temui Pedagang Daging Anjing, Bupati Karanganyar: Saya Ingin Anda Plong Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Karanganyar - Melanjutkan rencana larangan usaha kuliner olahan daging anjing, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengumpulkan 37 pedagang hari ini. Pertemuan ini digelar di rumah dinas bupati.

"Mereka kan membuka warung guguk (anjing) juga tidak ada izinnya. Kalau kami kan mengindahkan surat edaran Kementerian Kesehatan, anjing bukan hewan yang diternak untuk dikonsumsi," kata Yuli kepada wartawan usai pertemuan, Kamis (20/6/2019).

Di hadapan para pedagang, Yuli mengaku baru akan membuat regulasi mengenai perlindungan hewan. Aturan ini dapat melindungi hewan-hewan seperti anjing agar tidak dikonsumsi.


Menurutnya, para penjual makanan dari olahan daging anjing tak bangga dengan pekerjaannya.

"Jadi penjual warung guguk kan Anda sebenarnya juga tidak bangga. Kalau ditanya orang pasti tidak jawab jujur. Makanya saya ingin Anda plong, 'saya jualan sate ayam, rica-rica mentog', kan bisa tenang," kata Yuli kepada para pedagang daging anjing.

Sebelumnya, Dog Meat Free Indonesia menyebut rencana tersebut akan menyelamatkan 2.000 anjing dari penjagalan tiap bulannya.


Tim koalisi Dog Meat Free Indonesia menyatakan optimis keputusan Bupati Karanganyar akan menjadi awal dari pergerakan nasional dalam menghalangi perdagangan daging anjing.

Hasil penyelidikan tim koalisi Dog Meat Free Indonesia yang tertulis dalam rilis tersebut menunjukkan anjing-anjing dijagal dengan kejam.

"Rekaman gambar yang mengerikan ini menghasilkan seruan baru untuk segera bertindak dari para anggota koalisi, duta selebriti nasional maupun internasional, dan kekhawatiran masyarakat di seluruh Indonesia dan dunia," demikian tertulis dalam pers rilis Dog Meat Free Indonesia.


"Saat mengumumkan perkembangan rencana tindakan ini, Bupati Kabupaten Karanganyar, Drs Juliyatmono, MM menyatakan bahwa perdagangan daging anjing ini adalah suatu hal yang tidak dibenarkan, memberi peringatan mengenai risiko maut terhadap kesehatan umum yang disebabkan oleh perdagangan ini," lanjutnya.

Meski selama ini daging anjing dikonsumsi dengan alasan kesehatan, Koalisi Dog Meat Free Indonesia menyatakan bahwa kenyataannya perdagangan daging anjing menyebabkan ancaman yang signifikan dan nyata terhadap kesehatan masyarakat. Terutama adalah risiko penularan rabies.
(bai/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com