detikNews
Sabtu 15 Juni 2019, 12:01 WIB

Warna-warni Balon Udara Hiasi Langit Wonosobo

Uje Hartono - detikNews
Warna-warni Balon Udara Hiasi Langit Wonosobo Festival balon udara di Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikcom
Wonosobo - Sebanyak 124 balon udara hiasi langit Wonosobo, pada Java Vallon Attraction 2019 hari ini. Selain memeriahkan tradisi Syawalan, festival yang digelar AirNav Indonesia ini untuk memfasilitasi tradisi balon udara dengan cara ditambatkan.

Festival yang digelar di lapangan Desa Wisata Pagerejo, Kecamatan Kertek Wonosobo sempat terkendala cuaca. Kondisi Desa Pagerejo pagi hari pukul 06.00 WIB terjadi kabut tebal dan angin kencang. Beruntung, sekitar satu jam kemudian, cuaca cerah sehingga balon bisa diterbangkan.

Beragam jenis balon terlihat terbang secara bergantian. Beberapa berbentuk bola, oval hingga berbentuk burung.

Direktur Keselamatan, Kemanan dan Standardisasi AirNav Indonesia Yurlis Hasibuan mengatakan, saat ini festival balon udara telah menjadi tradisi baru memperingati Syawalan. Jika sebelumnya masih banyak diterbangkan secara bebas, kini ditambatkan dengan tali.

"Menerbangkan balon udara dengan cara ditambatkan sudah menjadi tradisi baru untuk memperingati momen Syawalan. Sehingga, masyarakat sudah berpartisipasi menjaga keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia," ujarnya di sela-sela Festival Balon Udara, Sabtu (15/6/2019).

Terbukti, antusiasme peserta festival balon udara bertambah dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, jumlah peserta festival balon udara sebanyak 104 kelompok.

"Kami terus melakukan sosialisasi bersama TNI/Polri serta Pemkab Wonosobo mengenai bahayanya balon udara yang tidak ditambatkan. Dan respin masyarakat antusias," kata dia.

Kepala Dinas Kebudataan dan Pariwisata Wonosobo One Andang Wardoyo menjelaskan, balon udara dalam festival ini ditambatkan dengan ketinggian 150 meter. Adapun besar balon, tinggi 7 meter dan diameter 4 meter.

"Festival ini untuk mewadahi trdisi masyarkat yang tidak membahayakan," tuturnya.

Rencananya, kegiatan ini akan terus dilakukan rutin setiap tahun. Selain merupakan tradisi, juga sebagai pendongkrak sektor wisata.

"Ini akan menjadi agenda rutin tahunan, tetapi untuk tempatnya akan kami kaji ulang. Sebenarnya di Pagerejo bagus, hanya tadi sempat terkendala cuaca," ujarnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed