detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 16:29 WIB

Buat SKTM di Gunungkidul Harus Siap Dikutuk Tuhan Jika Berbohong

Pradito Rida Pertana - detikNews
Buat SKTM di Gunungkidul Harus Siap Dikutuk Tuhan Jika Berbohong Foto: Pradito R Pertana/detikcom
Gunungkidul - Pengajuan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Gunungkidul, DIY, tak cukup dengan pengakuan. Pemohon harus bersedia bersumpah atas nama Tuhan dan rela menerima kutukan jika berbohong pada pengakuannya itu.

Narmi (55), warga RT 3 RW 5, Dusun Ngadipiro Kidul, Desa Rejosari, Semin, Kabupaten Gunungkidul, beberapa waktu lalu mengajukan pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) baru. Hal itu dilakukan karena KIS miliknya tiba-tiba diblokir saat digunakan untuk berobat di Puskesmas II Kecamatan Semin.

"Atas saran dari dokter saat itu suruh buat (KIS) yang baru," ujar Narmi saat ditemui di rumahnya, Jumat (14/6/2019).
Buat SKTM di Gunungkidul Harus Siap Dikutuk Jika BerbohongSalah satu bentuk formulir SKTM (Foto: Pradito R Pertana/detikcom)

Pengajuan KIS baru harus melalui kantor kelurahan setempat dan diwajibkan mengisi beberapa formulir. Pengajuan itu atas nama Lardiyanto, suami Narmi. "Setelah saya lihat isi surat pernyataannya saya kaget, kok isinya gitu (ada penyataan yang mewajibkan untuk sumpah secara agama)," ujarnya.

Menurutnya, suaminya menandatangani karena Narmi membutuhkan KIS untuk berobat. "Inginnya segera dapat KIS, karena saya kerja petani dan buruh. Kena asam lambung ini membuat saya tidak bisa bekerja secara maksimal," ucapnya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Rejosari, Paliyo, membenarkan adanya surat pernyataan tersebut. Menurutnya, surat itu sebagai salah satu syarat untuk mengajukan SKTM ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul.
Buat SKTM di Gunungkidul Harus Siap Dikutuk Jika BerbohongNarmi menunjukkan KIS yang didapat dengan sumpah (Foto: Pradito R Pertana/detikcom)

"Surat itu yang mengeluarkan Dinsos (Gunungkidul) sejak Maret kemarin, dan kami hanya pelaksana saja. Kalau ditanya pendapat pribadi memang isi dalam surat pernyataannya sebetulnya tidak perlu sampai seperti itu (mengharuskan sumpah agama) karena kurang etis saja," ujarnya.

Dari yang dibaca detikcom, formulir tersebut dikeluarkan Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul ditujukan untuk seluruh camat dan Kasi Pelayanan Desa se-Kabupaten Gunungkidul. Surat pernyataan miskin dengan sumpah itu disediakan untuk warga beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha maupiun penganut kepercayaan.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed