DetikNews
Kamis 13 Juni 2019, 08:10 WIB

Round-Up

Lebaran Berlalu, Wonogiri Ditinggalkan Seperempat Penduduknya

Aris Arianto - detikNews
Lebaran Berlalu, Wonogiri Ditinggalkan Seperempat Penduduknya Ilustrasi. Suasana di Stasiun Senen Jakarta saat arus balik. Foto: Grandyos Zafna
Wonogiri - Libur Lebaran telah berlalu, gelombang perantauan dari Wonogiri terjadi lagi. Jumlah perantau yang berangkat usai Lebaran meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari biasa.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Wonogiri, Ristanti mengungkap data yang menunjukkan lonjakan pemohon AK 1 atau kartu pencari kerja. Lonjakan ini sudah terjadi sejak masuk libur Lebaran.

Jika di hari biasa jumlah pemohon kartu AK 1 sekitar 20-30 pemohon per hari. Maka saat libur lebaran meningkat menjadi 40-50 pemohon per harinya. Peningkatan ini terus terjadi pasca Lebaran.

"Sebagian besar pemohon, ya lebih dari 90 persen atau sekitar 40 orang per harinya, membutuhkan kartu AK 1 untuk mencari pekerjaan di perantauan," kata Ristanti kepada detikcom di ruang kerjanya, Rabu (12/6/2019).

Dia mengatakan, dari pemohon AK 1, hanya sebagian kecil yang mau mencari nafkah di Kota Mete ini. Jumlah perantau Wonogiri saat ini sekitar 260 ribu jiwa atau 25 persen dari total penduduk yang lebih dari 1 juta jiwa.


Sementara sebagian besar perantau menurut Ristanti, berada di kawasan Jabodetabek. Mereka ada yang bekerja di sektor formal seperti menjadi karyawan pabrik, ASN, militer, atau karyawan BUMN.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Wonogiri, Ristanti.Kepala Dinas Tenaga Kerja Wonogiri, Ristanti. Foto: Aris Arianto/detikcom


"Sebagian memilih bekerja di sektor informal, paling banyak berbisnis kuliner seperti berjualan bakso, mie ayam, ayam panggang, dan sejenisnya. Tak heran Wonogiri menjadi jaminan brand bakso maupun mie ayam di daerah lain," tandas Ristanti.


Para perantau baru, kata dia, khususnya yang baru lulus sekolah memilih bekerja di sektor formal. Pasalnya, mereka ingin segera menerapkan ilmu yang didapat di bangku sekolah. Daerah menjadi tujuan utama, yakni Cikarang Bekasi dan Tangerang Banten. Alasannya wilayah tersebut merupakan kawasan industri sehingga berharap ada peluang kerja lebih terbuka.

Hal ini diiyakan Leni Dewi Indriastuti warga Sunggingan Kecamatan Girimarto. Dia berencana mencari pekerjaan di Tangerang. Kebetulan dia memiliki keluarga yang terlebih dahulu tinggal di sana.

Warga mengurus AK 1 di kantor Dinas Tenaga Kerja Wonogiri.Warga mengurus AK 1 di kantor Dinas Tenaga Kerja Wonogiri. Foto: Aris Arianto/detikcom

Kini dia akan berangkat merantau untuk mengikuti keluarga yang sebelumnya mudik Lebaran.

Leni mengaku enggan mencari pekerjaan di Wonogiri demi mencari pengalaman baru di luar kota.

Salah seorang calon perantau lain, Niken berujar, menceritakan alasannya lebih tertarik bekerja di luar Wonogiri. Menurutnya, dia akan lebih mudah mendapatkan uang di luar kota dibanding di Wonogiri. Dia menganggap tempat kelahirannya itu belum bisa dijadikan andalan untuk mencari penghasilan.

"Di Cikarang itu kawasan industri, lebih bisa berkembang. Apalagi keluarga sudah turun temurun menjadi perantau," ujar Niken.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed