detikNews
Rabu 12 Juni 2019, 09:57 WIB

Seratusan Kapal Iringi Larung Kepala Kerbau di Pesta Lomban Jepara

Wikha Setiawan - detikNews
Seratusan Kapal Iringi Larung Kepala Kerbau di Pesta Lomban Jepara Pesta Lomban melarung kepala kerbau di Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Seratusan kapal nelayan di ikut mengiringi prosesi larung kepala kerbau dalam tradisi Pesta Lomban di Kabupaten Jepara. Kapal-kapal itu singgah dari dermaga tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu menuju tengah laut.

Kepala kerbau yang akan dilarung ditempatkan di atas perahu kecil dan dilepas oleh Plt Bupati Jepara Dian Krsitiandi bersama forkompinda. Kapal-kapal nelayan, mengitari dan menyaksikan prosesi pelarungan tersebut.

Perahu kepala kerbau yang juga berisi sesaji dan hasil bumi itu kemudian menjadi rebutan puluhan nelayan. Mereka melompat ke laut untuk berebut hasil bumi yang diyakini membawa berkah.

"Tradisi Pesta Lomban dilaksanakan tiap tahun oleh masyarakat Jepara," ujar Dian Kristiandi, Rabu (12/6/2019).

Pesta Lomban melarung kepala kerbau di Jepara.Pesta Lomban melarung kepala kerbau di Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom


Pesta Lomban adalah tradisi pelarungan kepala kerbau di tengah laut yang dilaksanakan sepekan setelah Idul Fitri. Ini dimaksudkan sebagai wujud syukur nelayan yang telah mendapat keberkahan laut selama setahun terakhir.

"Iya, ini merupakan wujud syukur para nelayan atas keberkahan yang diberikan Tuhan di laut," paparnya.

Tahun ini, ada sekitar 170 lebih kapal nelayan yang ikut mengiringi prosesi pelarungan kepala kerbau.

Pesta Lomban melarung kepala kerbau di Jepara.Pesta Lomban melarung kepala kerbau di Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

"Ada sekitar 170 lebih kapal dan terdiri 1500 orang yang ikut. Semua sudah dibekali dan diberi pengamanan selama perjalanan ke laut," imbuhnya.

Dian menambahkan, tradisi yang lahir dari masyarakat tersebut kini telah menjadi destinasi wisata.


"Pemkab ikut melakukan pengelolaan," tuturnya.

Pesta Lomban melarung kepala kerbau di Jepara.Pesta Lomban melarung kepala kerbau di Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

Ketua Karang Taruna Ujungbatu, Abdul Karim menyampaikam bahwa tradisi Pesra Lomban perlu dijaga karena menjadi identitas masyarakat.

"Tradisi ini muncul dari masyarakat, sehingga perlu dijaga supaya ruhnya masih tetap. Ini tradisi sakral berisi doa dan rasa syukur," tandasnya.
(skm/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed