detikNews
Selasa 11 Juni 2019, 15:41 WIB

Gelombang Tinggi, Nelayan Pantai Baron Gunungkidul Tak Melaut

Pradito Rida Pertana - detikNews
Gelombang Tinggi, Nelayan Pantai Baron Gunungkidul Tak Melaut Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Tingginya gelombang di pantai Selatan Jawa membuat ratusan nelayan Pantai Baron, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul libur melaut. Mereka libur melaut hingga gelombang stabil.

Pantauan detikcom, gelombang air laut di Pantai Baron tampak tinggi dibanding hari-hari biasanya. Hal itu membuat sebagian besar wisatawan memilih berkumpul di pinggir pantai Baron sembari melihat gelombang tinggi air laut.

Kendati demikian, tampak beberapa wisatawan masih nekat bermain air di pinggir Pantai Baron, meski sesekali mereka menepi ketika gelombang tinggi datang. Selain itu, puluhan kapal nelayan yang biasanya melaut tampak bersandar di pinggir pantai Baron.

Bendahara kelompok nelayan Mina Samudra pantai Baron, Sarno (46) mengaku ia dan 230 nelayan yang berada di pantai Baron tidak melaut hari ini, Selasa (11/6/2019). Hal itu dikarenakan gelombang tinggi yang menerjang pantai Baron sejak tadi malam, Senin (10/6/2019).

"Kemarin kami masih melaut, karena gelombangnya masih landai. Terus sorenya kok mulai ada tanda-tanda gelombang tinggi, ternyata malam harinya terjadi gelombang pasang dan membuat beberapa kapal nelayan yang ada di pinggir pantai (Baron) itu rusak," ujarnya saat ditemui di Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, Selasa (11/6/2019).
Pantai Baron, GunungkidulPantai Baron, Gunungkidul Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Karena itu (terjadi gelombang tinggi), semua nelayan pantai Baron libur melaut hari ini. Ya gimana lagi, kalau melaut dengan kondisi ombak seperti itu kan terlalu berbahaya dan kami tidak mau ambil risiko," imbuh Sarno.

Sarno melanjutkan, para nelayan di pantai Baron berencana libur melaut hingga kondisi gelombang laut di Pantai berangsur-angsur stabil. Mengingat kondisi gelombang sangat mempengaruhi kegiatan mencari ikan para nelayan.

"Rencana awal kami libur 3 hari terhitung mulai hari ini, tapi kemungkinan bisa meleset juga karena alam kan susah diprediksi mas. Yang jelas kami menunggu situasinya (gelombang laut) stabil dulu, baru kami berani melaut lagi," katanya.

Selain itu, Sarno berharap gelombang tinggi di pantai Baron ini segera berakhir. Mengingat sebagian besar warga menggantungkan hidup dari mencari ikan di laut.

"Semoga (gelombang tinggi) hanya berlangsung 3 hari saja, karena kalau terus-terusan bisa mengurangi penghasilan kami. Apalagi saat ini kami tidak punya kerjaan lain selain menjadi nelayan," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas wilayah II Kabupaten Gunungkidul, Marjono mengatakan gelombang tinggi mulai terjadi jam 3 dini hari hingga saat ini. Meskipun ia menyebut kondisi gelombang saat ini tergolong surut.

"Menurut BMKG dan stormsurf, gelombang pasang ini akan berlangsung selama 3 hari. Untuk ketinggian ombak (di pantai Baron) hari ini sempat mencapai sekitar 5 meter," katanya saat ditemui di Posko SAR Satlinmas wilayah II, Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, Selasa (11/6/2019).

Berkenaan dengan tingginya gelombang air laut di pantai Baron, Marjono telah mengimbau kepada semua nelayan agar libur melaut. Selain itu, Tim SAR meminta para wisatawan agar selama gelombang tinggi ini tidak bermain air di pinggir pantai.

"Kemarin sudah kita infokan ke nelayan-nelayan agar jangan melaut dulu. Untuk wisatawan kami juga minta jangan bermain air di pantai dulu, lebih baik mengabadikan momen saja seperti foto-foto," katanya.

"Bukannya apa-apa, kami hanya tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan saat terjadi gelombang pasang," pungkas Marjono.


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed