detikNews
Senin 10 Juni 2019, 16:42 WIB

Salah Sasaran, Mobil Warga Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Robby Bernardi - detikNews
Salah Sasaran, Mobil Warga Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan - Nasib sial dialami keluarga Asrori (37) dan Mida Nur Istiqomah (26), warga Panggungsari RT 09/RW 23, Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Saat mudik di Desa Pakumbulan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, mobil barunya dibakar orang tak dikenal.

Mbil yang baru dibelinya yakni Toyota Agya yang baru dibeli pada 29 Mei 2019 itu dibakar di samping rumah saat liburan di kampung halamannya di Pekalongan, pada Rabu (5/6) malam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.45 WIB.

"Mobil baru sehari beli langsung kita pakai ulang kampung ke Pekalongan," kata Asrori, saat ditemui detikcom, Senin (10/6) Siang, di Mapolres Kota Pekalongan.

Pelaku pembakaran adalah Febri (30), yang tidak lain tetangganya korban. Dalam waktu dua hari, polisi berhasil mengungkap pelaku pembakaran mobil milik Asrori.
Kondisi mobul dibakar di PhekalonganKondisi mobul dibakar di Phekalongan Foto: Robby Bernardi/detikcom

Febri (30), warga Desa Pakumbulan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan di Mapolres Kota Pekalongan mengakui dirinya pelaku pembakaran mobil. Namun, dirinya baru mengetahui bahwa aksi yang dilakukan ternyata salah sasaran.

"Saya kira itu mobilnya Bagong. Orang yang menyakiti keluarga kami," kata Febri.

Febri mengungkapkan sebelum kejadian dirinya ketemu dengan Bagong, dan Bagong mengakui mobil Agya putih adalah miliknya.

"Bagong mengakui mobil itu miliknya. Saya memang dendam dengan dia (bagong)," kata Febri.

Febri mengaku, dirinya memang dendam dengan Bagong, karena Bagong telah menyakiti dan menelantarkan adiknya.

"Karena itulah saya dendam dan berencana membakar mobil itu. Ternyata, salah sasaran," ungkap Febri.

Dengan menggunakan kayu dan bensin yang diletakan di bagian belakang mobil, aksi pembakaran mobil dengan mulus di jalankan Febri. Sebelum alarm mobil berbunyi, Febri telah meninggalkan lokasi.

"Pertama mertua saya yang mendengar ada bunyi alarm dan letusan di samping rumah, ternyata mobil terbakar," kata Asrori.

Dengan peralatan seadanya, Asrori bersama warga lainnya berupaya memadamkan api, sebelum akhirnya tim pemadam kebakaran Kabupaten Pekalongan datang.

Asrori sendiri mengaku tidak mengenal pelaku pembakaran.

"Saya kira punya dendam dengan keluarga kami. Ternyata malah salah sasaran," jelas Asrori.

Dengan kejadian tersebut dirinya hanya bisa pasrah melihat kondisi mobil barunya saat ini. Karena tidak bisa dgunakan lagi disamping rumah mertuanya.

"Ya rencananya sih habis lebaran kita mudik ternyata ada kasus ini. ya akhirnya liburan diperpanjang menyelesaikan masalah ini," jelasnya.

Dikatakan Asrori usai menyelesaikan persoalan tersebut dirinya akan mengajukan klaim asuransi atas musibah yang menimpanya.

"Mobilnya masih kredit. Semoga bisa diklaimkan asuransinya. Kalau tidak bisa ya masak kita mengangsur mobil yang tidak dipakai," tambah Asrori.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Sandy Sitepu menegaskan kasus yang terjadi di wilayahya tidak terkait dengan pembakaran mobil di Semarang dan Kendal beberapa waktu lalu.

"Ini murni kasus motif dendam. Namun ternyata salah sasaran. Dikira mobil milik orang yang dibenci pelaku, ternyata berbeda," kata Ferry.

Menurut Ferry, akibat perbuatanya tersebut pelaku dijerat dengan pasal Pasal 187 ayat 1 KUHP, tentang sengaja menimbulkan kebakaran dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed