detikNews
Senin 10 Juni 2019, 10:52 WIB

Ada Luka di Kepala Jasad yang Makamnya Dibongkar Polisi di Kebumen

Rinto Heksantoro - detikNews
Ada Luka di Kepala Jasad yang Makamnya Dibongkar Polisi di Kebumen Sang ayah menunjukkan foto Amrih Khaelul Imam. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Kebumen - Makam warga yang diduga merupakan korban penganiayaan di Kebumen, Jawa Tengah dibongkar oleh polisi. Hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan beberapa luka pada kepala korban.

"Bisa jadi (ada dugaan penganiayaan). Saat itu yang bersangkutan minum (miras) bersama teman-temannya, terus cekcok. Kami temukan luka bagian kepala belakang sebelah kiri dan dahi. Nanti hasil autopsi kita lihat pastinya, akan disampaikan penyidik polsek dan polres," ungkap Kapolsek Sruweng, AKP Tri Sudjarwadi ketika ditemui detikcom di lokasi, Senin (10/6/2019).

Polres Kebumen membongkar makam Amrih Khaerul Imam (24) warga Dusun Jabres Kidul, RT 03/ RW 03, Desa Jabres, Kecamatan Sruweng, Kebumen.

Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, jasad korban kini tengah dibawa ke RS Margono Purwokerto untuk diautopsi.

Hingga saat ini, petugas masih memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap kasus tersebut. "Sampai saat ini masih pemeriksaan saksi-saksi, di-back up polres. Ada 5 saksi. Diperkirakan akan ada saksi lain lagi," lanjutnya.

Diwartakan sebelumnya, anak kedua pasangan Tabingin (53) dan Siti Chayati (48) itu sempat berpamitan untuk pergi bekerja di sebuah kafe pada Selasa (4/6) lalu, namun kemudian korban ditemukan tak sadarkan diri pada Rabu (5/6) sore di sebuah rumah kosong yang tak jauh dari rumahnya.


"Selasa sore pamit kerja tapi nggak pulang karena memang kadang seperti itu, makanya saya ya nggak curiga apa-apa. Tahu-tahu ada teman anak saya ngasih tahu kalau anak saya ada di rumah kosong Rabu sore. Karena tidak sadar kemudian kami bawa ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Sruweng dan malamnya meninggal," papar ayah korban, Tabingin saat ditemui detikcom di rumahnya, Senin (10/6/2019).

Korban pun akhirnya dimakamkan di pemakaman desa setempat pada keesokan harinya. Namun karena merasa ada yang janggal dan curiga terhadap penyebab kematian korban, atas dorongan dari warga akhirnya pihak keluarga membuat laporan resmi kepada petugas sehingga makam korban dibongkar kembali untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Kalau meninggalnya saya sudah ikhlas, hanya pingin tahu proses kenapa anak saya sampai seperti itu, berangkat sehat kok pulang gitu. Proses hukum tetap harus berlanjut," pungkasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed