detikNews
Rabu 05 Juni 2019, 13:04 WIB

Meriahnya Rayahan Gunungan Gerebeg Sawal Keraton Yogyakarta

Pradito Rida Pertana - detikNews
Meriahnya Rayahan Gunungan Gerebeg Sawal Keraton Yogyakarta Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta - Ratusan orang memadati halaman Masjid Gedhe Kauman untuk mengikuti agenda tahunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yakni Gerebeg Sawal. Selain itu, 4 dari 5 gunungan yang dibawa ke Masjid Gedhe diperebutkan warga.

Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, GKR Hayu mengatakan, dalam Gerebeg Sawal ini terdapat total 7 buah gunungan. Sebanyak 7 gunungan itu terdiri dari 3 buah Gunungan Kakung, dan masing-masing satu Gunungan Estri, Gunungan Gepak, Gunungan Darat dan Gunungan Pawuhan.

"Ketiga Gunungan Kakung akan diarak dan dibagikan ke 3 tempat berbeda, yakni Kagungan Dalem Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, dan Kepatihan. Sedangkan untuk gunungan-gunungan lainnya akan dibagikan di Masjid Gedhe," ujar GKR Hayu dalam keterangannya kemarin, Selasa (4/6/2019).
Gunungan jaler dibawa ke Masjid Gedhe KaumanGunungan jaler dibawa ke Masjid Gedhe Kauman Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Menurut GKR Hayu, gunungan merupakan simbol rasa syukur dari Raja Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang kemudian diwujudkan dengan hasil bumi untuk dibagikan kepada rakyatnya.

Sementara itu, Pengageng Kawedanan Pengulon, KRT Akhmad Mukhsin Kamaludiningrat mengatakan gerebeg memiliki makna yakni diperebutkan. Menurutnya, hal itu karena saat hasil bumi pada gunungan jumlahnya terbatas.

"Gunungan ini wujud sedekah Ngarso Dalem untuk rakyatnya, dan karena jumlahnya terbatas maka digerebeg atau diperebutkan," katanya.

Menurutnya banyak masyarakat yang memperebutkan hasil bumi dan makanan pada gunungan karena percaya memiliki berkah khusus.

"Ya memang berkah karena sudah didoakan dan inshaallah punya nilai lebih. Tapi tetap kalau bentuknya makanan ya sebaiknya tetap dimakan, dan inshaallah manfaatnya besar," ujarnya.
Warga mendapatkan hasil rayahan gununganWarga mendapatkan hasil rayahan gunungan Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Salah seorang pengunjung, Darmawan (50) mengatakan bahwa ia sengaja ke Yogyakarta untuk mengunjungi sanak saudaranya. Selain itu, ia baru pertama kali mengikuti gerebeg sawal di Masjid Gedhe Kauman.

"Baru sekali ini saya ikut gerebeg dan rebutan gunungan. Saya tertarik ikut rebutan gunungan karena diomongi saudara gunungan itu mengandung berkah," ujarnya.

"Karena itu saya ambil banyak ini tadi, rencananya hasil rebutan gunungan ini mau saya bawa pulang ke Sidoharjo. Sebagian saya simpan dan lainnya saya bagi-bagikan" imbuh Darmawan.

Warga Tawangsari, Kabupaten Sidoharjo, Jawa Timur ini menambahkan, untuk hasil bumi berupa kacang panjang akan disimpan di dapur. Sedangkan lainnya akan ia simpan di dalam kamar.

"Karena kepercayaan orang Jawa kalau hasil bumi dari gunungan itu membawa berkah, jadi ya mau saya simpan di rumah semua," pungkasnya.


Simak juga video Menkominfo: Idul Fitri Momen Gunakan Media Sosial Secara Positif:

[Gambas:Video 20detik]


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com