detikNews
Minggu 02 Juni 2019, 03:55 WIB

Serunya Tong-tong Klek, Tradisi Bangunkan Sahur di Rembang

Arif Syaefudin - detikNews
Serunya Tong-tong Klek, Tradisi Bangunkan Sahur di Rembang Tong-tong Klek, tradisi bangunkan sahur di Rembang. Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Setiap tiba Bulan Ramadhan, warga Rembang memiliki tradisi membangungkan sahur yang tak pernah ketinggalan. Kini, tradisi tersebut telah menjadi festival yang menyedot antusias tinggi warga Rembang.

Festival digelar dengan melibatkan 26 group peserta untuk saling berlomba berebut predikat juara pada tahun ini. Para peserta berjalan kaki menyusuri rute sejuah 3 kilometer mulai dari Jalan Kartini hingga Jalan Pemuda Kecamatan Kota Rembang.

"Pertunjukan musik ini digelar menggunakan alat tradisional dengan instrumen utama adalah bambu. Nama tong-tong sendiri berasal dari perwujudan suara ketika alat kentongan dari bambu dipukul. Sedangkan lek artinya melek yang dalam bahasa jawa dapat diartijan dengan terjaga ataupun bangun," kata Kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto dalam sambutan ketika proses pemberangkatan grup peserta, Sabtu (1/6/2019).


Dwi Purwanto, kepala Dinbudpar Rembang, menjelaskan tradisi tong-tong klek awalnya merupakan tradisi membangunkan umat muslim untuk bersahur saat bulan Ramadhan. Seiring perkembangan waktu, tradisi dibuat menjadi festival yang dilombakan oleh Pemkab.

"Dengan perkembangan zaman, baik fungsi maupun bentuk bahkan instrumen yang digunakan juga mengalami perubahan," lanjutnya.

Tong-tong Klek, tradisi bangunkan sahur di Rembang.Tong-tong Klek, tradisi bangunkan sahur di Rembang. Foto: Arif Syaefudin/detikcom

Bupati Rembang Abdul Hafidz menambahkan festival tong-tong klek digelar murni menggunakan alat musik tradisional dengan yang berasal dari bambu. Lagu yang wajib dibawakan para peserta pun salah satu diantaranya yakni lagu daerah.

"Kalau biasanya masih ada alat musik elektronik yang digunakan. Kali ini murni pakai alat tradisional. Selain itu karena momennya usai pelaksanaan pemilu, kita ada salah satu lagu wajib yakni lagu daerah biar adem," kata Hafidz.

Tong-tong Klek, tradisi bangunkan sahur di Rembang.Tong-tong Klek, tradisi bangunkan sahur di Rembang. Foto: Arif Syaefudin/detikcom

Gelaran festival tahunan ini pun menyedot antusias warga dari berbagai daerah di Kabupaten Rembang. Warga memadati pinggiran jalan yang menjadi rute lintasan festival Tong-tong Klek.

Bahkan, pihak Satlantas Polres Rembang pun sempat membuat rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan, imbas dari pagelaran festival tersebut.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed