Redam Konflik, Tugu Perguruan Silat di Wonogiri Akan Dirobohkan

Aris Arianto - detikNews
Jumat, 31 Mei 2019 14:21 WIB
Foto: Aris Arianto/detikcom
Wonogiri - Polres Wonogiri memerintahkan merobohkan atau membongkar tugu simbol perguruan beladiri silat, terutama dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo (PSHW/STK).

"Semua tugu perguruan beladiri, terutama PSHT dan PSHW harus dirobohkan maksimal pada Minggu tanggal 2 Juni. Ada total 108 tugu di Wonogiri. Perinciannya 22 buah dari Winongo (PSHW), dan 86 dari PSHT," tegas Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati ketika memimpin rakor bersama Forkopimda dan perguruan pencak silat di aula Mapolres Wonogiri, Jumat (31/5/2019).

Secara bertahap, tandas mantan Kapolsek Pati itu, semua tugu perguruan beladiri lain juga akan dirobohkan. Tujuannya mewujudkan suasana kondusif di Wonogiri. Konflik yang terjadi 8 Mei kemarin hingga berujung pada penganiayaan AKP Aditia Mulya Randhani, berawal dari aksi vandalisme di tugu perguruan beladiri.

"Ke depan tidak ada pembangunan tugu perguruan lagi. Memang kami akui, pembongkaran tugu bukan sepenuhnya menyelesaikan masalah. Tapi meminimalkan potensi terjadinya konflik," tegas dia.

Ketua PSHT Cabang Wonogiri, Joko Prihanto menyetujui pembongkaran tugu perguruan. Namun perlu ada sosialisasi kepada anggota perguruan oleh para pengurus.

Hal serupa dikemukakan Ketua Cabang PSHW Wonogiri, Priyanto.
Menurut dia, terasa sakit dan sedih jika tugu identitas perguruan harus dirobohkan. Tapi demi kepentingan bersama, rasa sakit dan sedih itu harus diabaikan.
(bgk/bgs)