Pedagang Tiban di Rest Area Bikin Pelaku UMKM Brebes Resah

Imam Suripto - detikNews
Rabu, 29 Mei 2019 23:25 WIB
Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Pedagang di rest area bekas Pabrik Gula Banjaratma di Kilometer (KM) 260 Tol Pejagan-Pemalang resah dengan masuknya pedagang tiban dari luar di area tersebut. Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tersebut merasa kedatangan mereka bisa mengurangi pendapatan mereka saat arus mudik dan balik lebaran.

Para pedagang ini bahkan sempat mengeruduk kantor pengelola rest area untuk memprotes maraknya tenda pedagang dadakan ini. Alasannya, mereka mendirikan tenda-tenda di halaman rest area bukan di dalam seperti pelaku UMKM lain.

Menurut mereka, keberadaan pedagang dadakan tersebut bisa mengancam penghasilan mereka saat arus mudik dan balik lebaran. Apalagi, yang mendirikan tenda dadakan itu merupakan para produsen makanan, seperti produk mie instan dan makanan cepat saji.

"Kami tidak mau tau. Adanya pedagang dadakan ini jelas akan menghambat pendapatan kami. Padahal momentum Lebaran menjadi harapan besar pelaku UMKM agar bisa menikmati untung," tandas Aji (45), salah seorang pelaku UMKM, Rabu (29/5/2019) sore.

Dia mengungkapkan, kehadiran pedagang tenda dadakan yang tidak lain adalah para pengusaha besar. Apalagi posisi tenda yang mereka berada di area parkir, sehingga akan menghambat pembeli masuk ke bangunan utama rest area.

"Kalau seperti ini, lalu kapan kami bisa menikmati untung saat musim mudik dan balik. Padahal itu menjadi satu-satunya harapan kami saat musim Lebaran," tegas Aji.

Momen lebaran terutama saat arus mudik dan balik adalah saat dimana pelaku UMKM bisa menikmati untung yang layak. Pasalnya, sejak para pedagang mulai berjualan pada awal bulan lalu hingga sekarang, jumlah pembeli yang mampir masih sangat sedikit. Bisa dibilang, pelaku UMKM ini sama sekali tidak menikmati untung.

"Sekarang saja sudah banyak pelaku umum yang angkat kaki dari sini karena merugi. Kalau kami saat ini diperlakukan seperti ini, jelas kami juga akan gulung tikar. Padahal keberadaan awal rest area ini 70 persenya dialokasikan bagi pelaku UMKM di Brebes dan Tegal," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Nurhayati (42) pedagang makanan dari ikan meminta, pengelola bisa mengambil langkah agar tenda pedagang dadakan di area parkir ditiadakan dan ditarik masuk ke bangunan utama. Sehingga mereka juga akan bersaing sehat dengan pelaku UMKM lain.

"Silakan berjualan disini, tapi jangan buka di dekat tempat parkir. Ini akan menghalangi kami yang berjualan di dalam. Silakan bersaing dengan sehat di dalam," tandas Nurhayati.

Pendamping UMKM dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Daniel Afrianto mengaku sudah berusah melakukan mediasi terkait keluhan pedagang tersebut. Namun belum mendapat tanggapan serius dari pengelola.

"Sebenarnya kami sudah melakukan mediasi dengan pengelola rest area. Namun belum ada tanggapan. Mungkin belum ada waktu," ucap Daniel Afrianto.

(bgk/bgs)