Cegah Spora Antraks Berkembang, Pemkab Disinfektan Ulang

Cegah Spora Antraks Berkembang, Pemkab Disinfektan Ulang

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 29 Mei 2019 12:33 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melakukan penyemprotan ulang di lokasi penemuan bakteri antraks. Hal itu untuk mencegah penyebaran spora antraks lebih luas.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, penyemprotan formalin ke tanah yang terpapar spora antraks beberapa waktu lalu dinilai kurang maksimal. Mengingat untuk menekan berkembangnya spora antraks, formalin yang disemprotkan atau disiramkan harus masuk 10cm di dalam tanah.

"Sebelumnya kan tanah hanya disemprot (formalin), terus karena kurang efektif maka diulangi lagi. Sekarang tanah yang terindikasi ada spora antraks disiram pakai formalin, untuk 1 meter persegi kami siram 50 liter formalin," ujarnya saat dihubungi detikcom, Rabu (29/5/2019).

Ia mengatakan upaya disinfektan ulang itu telah dilakukan sejak kemarin, Rabu (29/5/2019). Menurutnya, kegiatan itu akan terus berlangsung dan menyasar titik-titik yang terindikasi terdapat spora antraks.

"Untuk disinfektan ulang tidak di semuadDusun ya, hanya tempat yang dipakai menyembelih, kandang (di RT 3 Dusun Grogol 4 Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo), tempat penjagalan (di Desa Gedangrejo Kecamatan Karangmojo) dan daerah yang dicurigai jadi tempat berkembangnya spora antraks," ujarnya.

Selain melakukan disinfektan ulang, saat ini Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul tengah mengambil sampel tanah di Pasar Karangmojo, Ponjong dan Wonosari untuk selanjutnya dikirimkan ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Kulon Progo.

"Dan hasil uji sampel tanah itu baru keluar hari Jumat (31/5/2019)," ujar Bambang.

Ia menambahkan, untuk penyuntikan antibiotik terhadap hewan ternak juga terus berlangsung. Bahkan, merujuk data terbaru saat ini sudah ada 347 ekor sapi, 832 ekor kambing dan 9 ekor domba yang disuntik antibiotik.

"Penyuntikan antibiotik itu dilakukan selama seminggu, dan setelah 2 minggu baru kita suntikkan vaksin. Saat ini 40 sampai 50 petugas lapangan baru ke BBVet Wates untuk pembekalan terkait cara pemberian vaksin," pungkasnya.
(bgk/bgs)