Jelang Lebaran, Pengusaha Parsel di Purwokerto Kebanjiran Order

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 28 Mei 2019 03:49 WIB
Penjual parsel di Purwokerto. Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Purwokerto - Menjelang lebaran penjualan parsel di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas meningkat drastis. Peningkatan tersebut mulai terasa dalam seminggu terakhir.

"Mulai ramai sejak seminggu kemarin terutama saat weekend Jumat, Sabtu, Minggu mulai banyak yang beli. Dalam sehari kira-kira sampai 50 lebih parcel terjual," kata Yunita, pemilik toko parsel di Jalan Prof dr Suharso, Purwokerto Timur, Senin (27/5/2019).

Menurut dia, dirinya mulai menyiapkan dan membungkus parsel lebaran sejak dua minggu sebelum masuk masa puasa. Isi parsel khas lebaran yang dijual pun bervariasi mulai dari parsel isi makanan seperti sirup, biskuit, kue kering, kopi, teh hingga parsel suvenir perlengkapan sajian hingga tas dan dompet.

"Untuk parsel keranjang paling rendah Rp 90 ribu, dan paling tinggi Rp 1 juta. Isinya memang makanan bermerek dan yang Rp 1 juta, isi keramik suvenir bukan makanan," ujarnya.

Selain parsel lebaran, dia juga menerima pemesanan bingkisan lebaran dari kardus untuk instansi instasi yang membutuhkan untuk diberikan kepada karyawannya. Saat ini saja, dirinya sudah memenuhi pesanan 500 kerdus untuk bingkisan lebaran dari sebuah instansi dengan dibantu 11 orang karyawannya untuk mengemas. Permintaan diperkirakan bertambah lagi saat mendekati hari H Idul Fitri.

"Penjualan sampai saat ini sudah sekitar 1.000 parcel termasuk bingkisan lebaran yang kerdus. Menjelang lebaran makin banyak yang pesan," jelasnya.

Dia mengatakan jika dirinya menargetkan pembelian parsel dan bingkisan dari tokonya hingga 5.000 buah. Karena pada tahun sebelumnya, total pembelian mencapai 3.700 parcel dan bingkisan selama 40 hari.

"Bingkisan tidak hanya kardus tapi ada paper bag dengan pesanan sesuai permintaan instansi terkait. Kita tidak pernah menolak pesanan yang diinginkan," ucapnya.

Meskipun demikian, untuk tetap menjaga kualitas makanan dalam parsel, sebelum mengemas makanan kedalam keranjang parsel, dia selalu mengecek tanggal kedaluwarsanya.

"Pas pertama barang masuk sudah langsung dicek satu-satu, saya tidak mau hanya satu (produk expired) hancur semua, ini usaha sudah 7 tahun, dan Alhamdulillah tidak buat pelanggan kecewa," imbuhnya.

Seorang penjual parsel lainnya di Kota Purwokerto, Yunita mengatakan jika penjualan parsel miliknya mulai ramai sejak seminggu terakhir, rata-rata penjualan bisa mencapai 30 parsel per harinya.

"Penjualan sudah mulai ramai Alhamdulillah. Sehari 10 bisa sampai 40 parsel. Sampai lebaran untuk tempat kita saja bisa (menjual) lebih dari 1.000 parsel," jelasnya.

Dia mengaku mendapatkan paket parsel tersebut dari pusat distributornya yang masih berada di Kota Purwokerto.

Untuk harganya pun sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 800 ribu lebih tergantung isi parsel. (arb/sip)