DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 12:59 WIB

Siap Mudik ke Yogya? Ini 4 Titik Rawan Macet yang Perlu Diketahui

Usman Hadi - detikNews
Siap Mudik ke Yogya? Ini 4 Titik Rawan Macet yang Perlu Diketahui Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, Kompol Dwi Prasetio. Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Polresta Yogyakarta memetakan titik-titik rawan macet selama mudik dan arus balik lebaran 2019. Hasilnya, ada empat titik lokasi wisata di jantung Yogyakarta yang dianggap rentan terjadi penumpukan kendaraan.

Keempat titik tersebut berada di sekitar Gembira Loka Zoo, kawasan Taman Pintar termasuk Titik Nol Kilometer Yogyakarta, kawasan di sekitar Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan sepanjang Jalan Malioboro.

"Kalau (titik kemacetan) yang dominan kan Malioboro, kemudian Taman Pintar, Gembira Loka dan Keraton," ucap Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, Kompol Dwi Prasetio saat dihubungi wartawan, Jumat (17/5/2019).

Dwi menjelaskan, biasanya saat musim mudik terutama saat libur lebaran keempat destinasi tersebut selalu dipenuhi wisatawan. Untuk itu pihaknya telah menyiapkan opsi rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.

"Jadi empat destinasi itu yang biasanya perlu kita rekayasa, dan di situ memang ada kemacetan maupun pertambahan volume kendaraan. Ada rekayasa 26 titik nanti, dari dari Polresta juga rencana ada Pos PAM," katanya.


Namun Dwi tak memperinci ke-26 titik tersebut. Ia hanya menegaskan akan ada rekayasa lalu lintas, salah satunya dengan membatasi jumlah bus besar pengangkut wisatawan yang masuk ke wilayah Kota Yogya.

"Jadi nanti bus besar masih bisa masuk ke Kota Yogya kalau masih ada tempat (parkir). Tapi kalau Parkir Ngabean, Parkir Senopati dan Taman Parkir Abu Bakar Ali penuh sudah tidak bisa masuk," sebutnya.

"Tapi nanti ada sistem drop zone dengan titik terakhir di (Parkir) Ngabean. Apabila (lokasi parkir) penuh penumpang diturunkan di Ngabean, Bus-nya parkir di STIE Kerjasama Jalan Parangtritis," sambungnya.


Dwi belum bisa memastikan kapan rekayasa lalu lintas ini diberlakukan. Pihaknya akan melihat situasi dan perkembangan terlebih dahulu, jika terjadi penumpukan kendaraan maka akan segera diambil tindakan.

"Kita melihat dinamika yang masuk, karena prediksi di tanggal 29 Mei itu sudah banyak yang arus mudik ke Kota Yogya. Kalau memang nanti dinamikanya lebih awal ya kita awal (merekayasa lalu lintas)," pungkas Dwi.
(ush/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed