DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 04:25 WIB

Merawat Kenangan Tokoh Kemanusiaan Van Der Steur di Magelang

Eko Susanto - detikNews
Merawat Kenangan Tokoh Kemanusiaan Van Der Steur di Magelang Kompleks Makam Kerkhof Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang - Kenangan tokoh kemanusiaan asal Belanda, Johannes van der Steur masih dekat bagi masyarakat Magelang. Makamnya di belakang deretan pertokoan Jalan Ikhlas, Kelurahan Magersari, Kota Magelang masih mendapat perhatian.

"Kami sudah beberapa hari sudah melakukan upaya pemeliharaan dan perawatan di antaranya memotongi rumput dan sebagainya tadinya tumbuh rimbun, termasuk mengecat ulang makam-makam. Karena terakhir sekali makam direnovasi itu 20 tahun yang lalu. Kami cat ulang dengan semaksimal mungkin," kata Koordinator Komunitas Kota Toea Magelang, Bagus Priyana saat ditemui di kompleks makam Kerkhof Magelang, Rabu (15/5/2019).

Perawatan kompleks makam tersebut dilakukan atas permintaan Ketua Yayasan Van Der Steur, Harry Van Lonkhuizen. Bagus bercerita bahwa Johannes van der Steur, merupakan tokoh kemanusiaan yang lahir di Haarlem, Belanda pada tahun 1865 dan meninggal tahun 1945.

Kompleks Makam Kerkhof Magelang.Kompleks Makam Kerkhof Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

"Dia datang ke Indonesia awal periode 1900-an. Suatu ketika dia datang ke Magelang, dimana di Magelang terdapat tangsi militer. Nah, suatu ketika saat berkunjung di suatu kampung, oleh seseorang dikatakan kalau mau mengurus banyak anak-anak terlantar datang ke kampung-kampung," tutur Bagus.

Orang tua dari anak-anak terlantar itu meninggal akibat perang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang.

Kompleks Makam Kerkhof Magelang.Kompleks Makam Kerkhof Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

"Setelah itu, dia pulang ke Belanda. Di sana menjual segala aset miliknya, termasuk membawa istrinya datang ke Magelang. Kemudian, di sini membeli lahan yang luas di Meteseh dan mendirikan panti asuhan, terus mengasuh ribuan anak-anak terlantar segala suku, bukan hanya Eropa atau Belanda, tetapi juga masyarakat pribumi seperti dari Ambon, Manado, dari Jawa, Flores dan seterusnya," kata dia.

Adapun total anak asuhnya ketika itu mencapai 7.000 orang. Namun saat Jepang datang di Magelang, van der Steur dibawa menuju Cimahi dan saat usia 80 tahun dirawat di Semarang.

"Pada usia 80 tahun sakit dirawat di rumah sakit di Semarang, lalu dibawa ke Magelang meninggal sekitar bulan September 1945 dalam usia 80 tahun. Saat proses pemakaman di sini dihadiri ribuan orang," kata Bagus.

Kompleks Makam Kerkhof Magelang.Kompleks Makam Kerkhof Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

Untuk menemukan lokasi makam ini sangat mudah. Warga yang kebetulan melintas dari arah Kota Magelang, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman akan melihat pintu Gerbang Kerkhof. Adapun gerbang ini dibangun pada tahun 1906 dengan.

Gerbang tersebut dulunya sebagai pintu masuk ke tanah pemakaman untuk orang Eropa yang disebut dengan "De Eruropeesche Begraafplaats Te Magelang".

Lokasi makam berada di belakang deretan kawasan pertokoan Jalan Ikhlas, Kelurahan Magersari, Kota Magelang. Untuk itu, dari pinggir jalan lokasi makam ini memang tidak terlihat dan pintu masuk menuju makam hanya berupa pintu tertulis "Kompleks Pa vander Steur". Pintu masuk menuju makam tersebut berjejer dengan deretan pertokoan.

Bagus mengungkapkan dulunya makam ini luasnya mencapai 9 hektare. Namun saat ini makam yang tersisa hanya tokoh misionaris dan pejuang kemanusiaan, Johannes van der Steur bersama dengan anak-anak asuhnya.

Kompleks Makam Kerkhof Magelang.Kompleks Makam Kerkhof Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

Terdapat 24 makam dan 1 monumen dengan puluhan jenazah di dalamnya.

"Pada tahun 1985, wali kota pada saat itu memindahkan sebagian pemakaman dipindahkan ke Giri Loyo untuk dijadikan permukiman. Keluarga van der Steur berupaya untuk mempertahankan kompleks pemakaman ini yang sampai sekarang ada dan tetap di sini. Ini menjadi aset luar biasa, menurut saya untuk Kota Magelang karena tokoh sekelas Johannes van der Steur ini bisa dikatakan tokoh populer di Eropa," ujarnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed