detikNews
Kamis 16 Mei 2019, 14:48 WIB

Waspada Cacar Monyet

Bandara Solo Waspadai Penumpang dari Singapura dan Jemaah Umroh

Ragil Ajiyanto - detikNews
Bandara Solo Waspadai Penumpang dari Singapura dan Jemaah Umroh Thermal scanner di Bandara Adi Soemarmo Solo (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Bandara Adi Soemarmo di Boyolali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit monkeypox atau cacar monyet. Di terminal kedatangan internasional, dipasang alat thermal scanner atau alat pendeteksi suhu tubuh, terutama mendeteksi pendatang dari Singapura dan jemaah umroh.

"Kita sudah dilengkapi dengan thermal scanner untuk memindai suhu (tubuh) bagi penumpang-penumpang yang datang dari luar negeri," kata Suharto, petugas surveilans Kantor Kesehatan pelabuhan (KKP) Bandara Adi Soemarmo, Kamis (16/5/2019).

Alat tersebut, jelas dia, akan mendeteksi badan para penumpang yang di atas 38 derajat celcius. Pasalnya, virus atau bakteri yang menyerang tubuh manusia maka gejala yang timbul utamanya suhu badannya akan naik di atas suhu normal 37 derajat celcius.

"Jadi kalau penumpang yang suhunya 38 derajat itu kita screening, kemudian kita wawancara, riwayatnya bagaimana di sana (di luar negeri). Kalau mengarah ke smallpox kita akan rujuk ke rumah sakit rujukan. Kemudian kalau hasil dari wawancara tidak ada indikasi penyakit smallpox yang dari Singapura itu akan kita lepaskan," jelas Suharto.

Bandara Solo Waspadai Penumpang dari Singapura dan Jemaah UmrohPemasangan thermal scanner di Bandara Adi Soemarmo Solo. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

Menurut dia, sejauh ini di bandara Adi Soermamo belum ditemukan penumpang dari luar negeri yang terindikasi penyakit monkeypox. Kebetulan di bandara ini juga tidak ada penerbangan yang langsung dari dan ke Singapura.

"Monkeypox itu muncul pertama di Singapura. Jadi kewaspadaan yang kita tujukan terhadap penumpang-penumpang yang datang dari Singapura," imbuh dia.

Alat thermall scanner tersebut juga untuk memantau suhu badan penumpang pesawat dari jemaah umroh yang pulang dari Arah Saudi. Pasalnya, bandara Adi Soemarmo juga merupakan bandara umroh.


"Disana (Arab Saudi) Mercovi, mers coronavirus, itu juga banyak menimbulkan kematian, tapi selama 2019 ini belum ada kasus pemindai suhu diatas 38. Jadi jemaah yang datang dari Arab Saudi itu normal semua (suhu badannya). Cuma ada penyakit lain terkait usia lanjut," sambung dia.

Pesawat yang mengakut jemaah umroh dari bandara Adi Soemarmo, menurut Suharto, sementara ini tidak ada yang transit di Singapura. Namun transitnya di India.
(mbr/mbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com