detikNews
Rabu 15 Mei 2019, 12:01 WIB

Jalur Rusak Parah, Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Sebulan

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jalur Rusak Parah, Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Sebulan Gunung Merbabu. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Aktivitas pendakian ke Gunung Merbabu akan kembali ditutup selama satu bulan. Ada sejumlah pertimbangan serius terkait dengan penutupan tersebut, antara lain kondisi jalur pendakian yang rusak parah.

Penutupan sementara jalur pendakian tersebut tertuang dalam pengumuman nomor PG. 01/T.35/TU.EVLAP/2019 tentang penutupan sementara jalur pendakian Gunung Merbabu. Pengumuman itu dikeluarkan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) tertanggal 14 Mei 2019 dan ditandatangani Plt Kepala Balai, Ir Junita Parjanti, MT.

Kasubag TU BTNGMb, Johan Setiawan, mengatakan penutupan sementara jalur pendakian Gunung Merbabu terhitung mulai tanggal 20 Mei hingga 20 Juni 2019. Selain dalam rangka pemulihan ekosistem, juga memperhatikan kondisi jalur pendakian yang diperlukan perbaikan dan pemeliharaan serta memperhatikan aspek keselamatan pengunjung atau pendaki.

"Ada hal-hal yang menjadi pertimbangan serius penutupan (sementara seluruh jalur pendakian Gunung Merbabu) ini," ujar Johan Setiawan kepada detikcom Rabu (15/5/2019).

Pertimbangan itu, jelas dia, antara lain kondisi jalur pendakian yang rusak parah dan longsor. Sebagian perlu dibuatkan jalur baru.


Disebutkan, jalur pendakian melalui Selo, Boyolali saat ini kondisinya rusak parah. Bahkan, jalur itu juga sering makan korban, yakni banyak pendaki yang cidera akibat tergelincir dan jatuh.

"Itu terlihat banyaknya evakuasi (pendaki cidera) yang kita dilakukan," kata Johan.

Kemudian, jalur Thekelan, Kabupaten Semarang mengalami longsor dan menutup jalur. Akibatnya jalur pendakian ini terputus total dan harus dibuatkan jalur baru.

Begitu pula dengan jalur Suwanting, Kabupaten Magelang ada longsor sepanjang 10 meter ditepi jurang 3 hingga 4 meter.

"Jalur Wekas (Magelang) longsoran batu-batu lepas membahayakan pendaki," jelasnya.

Menurut dia, untuk perbaikan maupun pembuatan jalur baru tersebut memerlukan waktu dan tenaga. Mengingat saat ini menjelang Lebaran, sehingga cari tenaga untuk perbaikan juga tidak mudah.

"Yang paling realistis (pengerjaan perbaikan jalur pendakian) dilakukan seminggu setelah Lebaran," imbuh Johan.

Setelah dilakukan perbaikan, jalur pendakian tersebut juga tidak bisa langsung difungsikan. Namun diperlukan waktu jeda agar terjadi pemadatan dan pemantapan tanah, sehingga tidak menjadikan makin rusaknya jalur yang bisa membahayakan pengunjung.

"Hal-hal tersebutlah sehingga kami memutuskan untuk menutup jalur sementara waktu sambil memberikan jeda kepada jalur pendakian," tandasnya.

Dia mengakui, dengan penutupan sementara seluruh jalur pendakian Gunung Merbabu itu, ada pihak-pihak yang kurang nyaman. Maka pihaknya mohon maaf dan mohon dapat dimaklumi, karena penutupan tersebut juga demi keselamatan pengunjung sendiri.

Bagi pecinta alam yang ingin menyalurkan hobinya naik gunung, pihaknya menyarankan sejumlah alternatif, antara lain ke Gunung Lawu, Sindoro dan Sumbing.

Gunung Merbabu yang berada di wilayah Jawa Tengah ini memiliki lima pintu resmi jalur pendakian. Meliputi jalur Selo di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali. Jalur Cunthel di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan dan jalur Thekelan di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Kemudian jalur Suwanting di Dukuh Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan dan jalur Wekas, Dukuh Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com