Wali Kota Semarang Terkejut Tahu Ketua RT-nya Ditangkap Densus 88

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 15 Mei 2019 10:26 WIB
Ilustrasi penangkapan (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Semarang - Salah satu warga Kota Semarang diamankan oleh Densus 88 Antiteror. Tempat tinggalnya bahkan tidak jauh dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Bahkan orang tersebut menjabat sebagai ketua RT di lingkungan setempat.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu terkejut ada tetangga yang hanya beda 1 gang di Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang. Apalagi pria yang diamankan oleh Densus 88 hari Selasa kemarin itu merupakan ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Lempongsari bernama Taufik.

"Ya kaget, kaget sekali. Ada yang memberi info di gang sebelah rumah saya itu ada penangkapan terduga teroris. Setahu saya Lempongsari ini warganya rukun kompak tidak ada yang macam-macam bikin onar. Tapi saya rasa pihak kepolisian sudah mempunyai data-data dukung yang kuat jadi kami merasa prihatin dan itu kayanya ketua RT juga," kata Hendi saat dihubungi melalui telepo, Rabu (15/5/2019).


Hendi juga mengimbau agar warga tidak perlu panik dengan peristiwa itu. Ia berharap permasalahan cepat selesai dan Kota Semarang tetap kondusif.

"Kenal dekat tidak, tapi saya tentu tahu karena kita sering kumpul masyarakat apalagi masih ketua RT. Untuk warga Lempongsari tidak usah panik mudah-mudahanan persoalannya tuntas, selesai," katanya.

Dari informasi yang diperoleh, Taufik diamankan dini hari di Jalan Veteran Semarang tidak jauh dari Lempongsari. Pasca penangkapan rumah bernomor 516 yang ditinggali taufik bersama anak istrinya terlihat sepi.

Rumah keluarga besar Taufik berada di depan rumahnya. Saat ditemui kemarin malam, keluarga masih syok. Keponakan Taufik, Firma membenarkan soal penangkapan itu.

"Keluarga masih syok," kata Firma, Selasa (14/5/2019) malam.


Terakhir Taufik terlihat yaitu ketika pergi ke apotek membelikan obat batuk untuk istrinya sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah itu Taufik tidak kembali dan keluarga tidak mengetahui posisinya karena tidak membawa ponsel.

"Tadi (kemarin) pagi keluar mau beli obat batuk buat istrinya," ujarnya.

Siang hari sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah orang yang mengendarai Kijang Innova datang dan mengabarkan jika Taufik diamankan polisi. Berita itu jelas mengagetkan keluarga besar.

"Kita dikasih tahu kalau terduga teroris enggak percaya," pungkasnya.

Dalam kesehariannya, Taufik dikenal sebagai guru mengaji di Masjid Roudlotul Ulum di depan rumahnya, Gang II Lempongsari. Selain itu ia kerap mengisi kultum di Mushola Al Ghofar di depan rumah Wali Kota Hendi yang berada di Gang I.

"Setahu saya om enggak pernah ke luar kota. Sering di rumah. Kalau habis Subuhan di Masjid, pulang pasti mampir ke rumah buat Salim sama Mbah," ujar Firma.


Bahkan menurutnya tidak ada yang aneh dengan perilaku pamannya hingga bisa menjabat ketua RT bertahun-tahun. Di lingkungan keluarga pun ia dikenal sopan dan kerap menyelesaikan atau meluruskan permasalahan.

"Di sini kan aktivitasnya juga banyak. Sama warga juga selalu kumpul, kalau ada kegiatan RT, ya kumpulnya di sini," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Jateng, Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan Densus 88 mengamankan 8 tersangka terduga teroris di Jawa Tengah. Namun Kapolda hanya mengatakan 4 lokasi penangkapan yaitu Grobogan, Kudus, Sragen, dan Magelang. Saat ini para tersangka masih dalam pemeriksaan dan pengembangan.

"Selama 7 hari akan dilakukan pemeriksaan oleh Densus untuk menentukan apakah yang bersangkutan terbukti atau tidak," tandas Rycko.

"Tersangka ada di wilayah Polda Jateng, dilakukan pengembangan, 2 hari sudah dilakukan koordinasi dengan Polda Jateng," imbuhnya. (alg/mbr)