DetikNews
Rabu 15 Mei 2019, 09:18 WIB

Hadapi Lebaran, Pesanan Parsel Rotan di Jepara Naik 2 Kali Lipat

Wikha Setiawan - detikNews
Hadapi Lebaran, Pesanan Parsel Rotan di Jepara Naik 2 Kali Lipat Pengrajin keranjang parsel rotan di Desa Teluklawe, Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pengrajin parsel berbahan baku rotan di Kabupaten Jepara. Sejak memasuki Bulan Ramadan, permintaannya meningkat hingga dua kali lipat dari hari biasa.

"Iya, Ramadan permintaan bertambah banyak. Jadi, sering melembur sampai malam. Kalau biasanya satu hari dapat 10 set, ditambah lembur bisa 15 set," kata Salah seorang pengrajin parsel rotan, Rahmad Rian Bintoro kepada detikcom, Selasa (14/5/2019).

Biasanya, dalam satu hari mampu menyelesaikan 10 set parsel, yang berisi tiga.

Rahmad merupakan salah satu pengrajin di desa sentra anyaman rotan dan bambu Telukwetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara kewalahan melayani permintaan tersebut. Menurutnya saat ini jumlah karyawan anyam sangat berkurang yang sudah berpindah bekerja di pabrik.

Ada tiga macam bentuk parsel yang diproduksinya. Ketiga jenisnya menggunakan bahan baku yang sama yakni triplek dan rotan.

"Ada sekitar tiga bentuk parsel rotan yang saya buat. Nantinya diambil pengepul dan didistribusikan di beberapa daerah seperti Kendal, Semarang, Purworejo dan lainnya," lanjutnya.

Yuda Dwi, seorang pengrajin parsel khusus finishing juga menceritakan yang sama. Pada Bulan Ramadan dia mendapat kiriman keranjang parsel setengah jadi hampir setiap hari.

"Saya dikirimi dari pengrajin besar untuk finising terutama bagian tangkai. Saya kerjakan di rumah. Biasanya tiga hari sekali, tapi saat ini tiap hari mendapat kirimam untuk dikerjakan," paparnya.

Pengrajin keranjang parsel rotan di Desa Teluklawe, Jepara. Pengrajin keranjang parsel rotan di Desa Teluklawe, Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

Pengrajin lain, Tohari bercerita pada hari biasa dia mengirim 50 set parsel dalam sekali pengiriman. Namun, memasuki Ramadan bisa memcapai 200 sampai 300 set sekali pengiriman.

"Iya, untuk permintaan tahun ini bagus, meningkat dua kali lipat. Dari biasanya 50 set menjadi 200 sampai 300 set. Untuk pengiriman bisa dilakukan dua dan tiga hari sekali. Itu ke daerah Demak, Semarang, Pati, Kudus, Purwokerto," tuturnya.

Diakuinya, banyaknya permintaan membuatnya harus mengambil dari pengrajin kecil. Sebab, lima orang karyawan di rumahnya belum mampu memenuhi jumlah permintaan.


"Ada produk khusus dari kami yang beda dengan parsel di tempat lain. Tapi ada yang bentuknya umum. Jadi, kami produksi khas punya kami, juga ambil dari pengrajin kecil untuk memenuhi permintaan. Karena cari karyawan sekarang sulit, banyak yang memilih kerja di pabrik," imbuhnya.

Pengrajin keranjang parsel rotan di Desa Teluklawe, Jepara. Pengrajin keranjang parsel rotan di Desa Teluklawe, Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

Harga parsel dari Desa Telukwetan sendiri beragam bergantung dari baham baku, bentuk dan ukuran.

"Harga rata-rata mulai dari Rp 20 ribu dampai Rp 90 ribu satu set berisi dua sampai tiga parsel. Bahannya ada yang full rotan, campur bambu, ada juga yang kerangka besi," jelasnya.

Untuk harga bahan baku, kata Tohari saat ini juga naik tapi tidak signifikan. Rotan kualitas biasa Rp 17 ribu per kilogram, dan kualitas unggul Rp 28 ribu per kilogram.

"Satu kilogram rotan bisa jadi empat buah sampai 10 set, tergantung bentuk parselnya dan kebutuhan rotannya," tandas dia.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed