Tak Diketahui Kapan Dibangun, Masjid Kuno ini Disebut Masjid Tiban

Tak Diketahui Kapan Dibangun, Masjid Kuno ini Disebut Masjid Tiban

Eko Susanto - detikNews
Minggu, 12 Mei 2019 12:52 WIB
Masjid Tiban di Trasan, Bandongan, Magelang (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Masjid Tiban di Trasan, Bandongan, Magelang (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kabupaten Magelang - Nama resminnya adalah Masjid Jami Baitul Muttaqiin yang berada di Dusun Sengon, Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jateng. Tak ada yang mengetahui persisnya masjid tersebut dibangun. Warga sekitar lebih mengenalnya sebagai masjid tiban, mungkin maksudnya 'jatuh dari langit' karena tak terlacak awal mulanya.

Wakil Takmir Masjid Jami Baitul Muttaqiin, Haji Ismail Yusuf (60), mengatakan, pembangunan masjid ini tidak tahu dibangunnya kapan. Karena keterbatasan warga melacak awal mula berdirinya masjid tersebut, sehingga warga secara turun temurun menyebut masjid itu sebagai masjid tiban.

"Dibangun kapan tidak ada yang tahu. Ini disebut 'masjid tiban', dari bahasa Jawa tiba yang berarti jatuh di sini," tutur Ismail, Minggu (12/5/20019).
Tak Diketahui Kapan Dibangun, Masjid Kuno ini Disebut Masjid TibanMasjid Tiban di Trasan, Bandongan, Magelang (Foto: Eko Susanto/detikcom)


Bangunan utama masjid ini masih orisinal, baik genting, kayu-kayu maupun pintu masuk menuju masjid.Di dalam masjid seluas 11 x 11 meter ini terdapat 16 saka (tiang) dengan 4 saka guru (tiang utama). Seluruhnya bangunan masjid berasal dari bahan kayu jati.

Dinding dibangun dengan batu bata yang dicampir pasis kali, semen merah dan kapur. Adapun genting dan mustaka (mahkota atap/kubah) dibuat dari tanah liat yang masih asli seperti semula.

"Bangunan masjid masih asli semuanya. Sedangkan untuk serambi masjid dibangun sekitar 1970-an seiring bertambahnya jemaah. Peninggalan lainnya adalah beduk dan kentongan tapi jenis kayunya apa, kami tidak mengetahuinya," tuturnya.
Tak Diketahui Kapan Dibangun, Masjid Kuno ini Disebut Masjid TibanFoto: Eko Susanto/detikcom

Pintu masuk menuju masjid ini ukurannya lebih pendek, dimaksudkan agar orang yang masuk menunduk menghormat pada masjid. Sedangkan di sekitar masjid terdapat makam-makam kuno dan makam para tokoh agama yang pernah menjadi imam di masjid tersebut. Makam-makam itu terlihat masih terawat baik.
Tak Diketahui Kapan Dibangun, Masjid Kuno ini Disebut Masjid TibanFoto: Eko Susanto/detikcom


Pemandangan khas akan selalu terlihat di masjid kuno tersebut di setiap bulan ramadhan, khususnya setelah memasuki sepuluh hari terakhir. Setiap memasuki malam 21 Ramadhan atau dalam bahasa Jawa malam selikuran, banyak umat Islam yang datang dari berbagai daerah. Kedatangan mereka bermaksud untuk melakukan iktikaf di masjid ini.
Tak Diketahui Kapan Dibangun, Masjid Kuno ini Disebut Masjid TibanFoto: Eko Susanto/detikcom

"Saat malam selikuran itu yang datang bisa ribuan orang. Yang jualan juga banyak, mereka mempunyai keyakinan untuk ngalap berkah dari Masjid Trasan ini," katanya.


Di kawasan masjid tersebut, saat ini sedang dalam tahap pembangunan untuk pelebaran bagian depan masjid. Namun bangunan utama masjid tersebut tetap dipertahankan keasliannya karena telah masuk dalam Benda Cagar Budaya (BCB).

Tak Diketahui Kapan Dibangun, Masjid Kuno ini Disebut Masjid TibanMasjid Tiban di Trasan, Bandongan, Magelang (Foto: Eko Susanto/detikcom)


Tonton juga video Keren! Ada Masjid Berbentuk Kakbah di Makassar:

[Gambas:Video 20detik]

(mbr/mbr)