detikNews
Senin 06 Mei 2019, 16:44 WIB

Sudirman Said Didukung Jadi Cagub, Tapi Tidak Saat Maju Caleg

Imam Suripto - detikNews
Sudirman Said Didukung Jadi Cagub, Tapi Tidak Saat Maju Caleg Sudirman Said saat melakukan kampanye di Tegal (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Kota Tegal - Mantan Menteri ESDM yang juga pernah maju dalam pilgub Jateng, Sudirman Said, dipastikan tidak lolos melenggang ke senayan. Meski demikian, dirinya mengaku bersyukur karena tidak main politik uang selama tahapan Pemilu.

Perolehan suara pada Pilgub, berbeda jauh dengan Pemilu Legislatif kali ini. Saat maju pilgub 2018 dan berpasangan dengan Ida Fauziyah, perolehan suara di tiga daerah yang masuk wilayah Dapil Jateng IX yakni Brebes, Tegal dan Kota Tegal, termasuk gemilang.

Pasangan Sudirman-Ida saat itu mendapat 961.038 suara. Sedangkan paslon Ganjar-Taj Yasin mendapat 717.609 suara. Secara rinci, perolehan suara di 3 daerah ini adalah;
Kabupaten Tegal: Sudirman-Ida mendapat 402.111 (55,6%), Ganjar-Yasin 321.064 (44,4%)
Kabupaten Brebes: Sudirman-Ida 497.170 (60,5%), Ganjar Yasin 324.997 (39,5%)
Kota Tegal: Sudirman-Ida 61.757 (47,3%), Ganjar-Yasin 71.549 (53,7%).


Keberhasilan di pilgub di tiga daerah ini tidak terulang saat Pemilu 2019 kali ini. Suara Sudirman Said yang maju melalui Partai Gerindra di Dapil Jateng IX hanya 81.810 suara. Dia pun gagal melenggang ke Senayan.

"Angka final tentu masih harus menunggu pengumuman resmi dari KPU. Tetapi dari hasil pleno KPU Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes angka saya memang bukan yang tertinggi. Bila Partai Gerindra hanya dapat satu kursi, maka berdasarkan sistem perhitungan saint league murni kemungkinan besar saya tidak lolos ke senayan," ujar Sudirman Said, Senin (6/5/2019).

Padahal menurutnya, dibandingkan dengan ketika Pilgub, persiapan dan kerapian barisan relawan jauh lebih baik sekarang. Interaksi dengan masyarakat juga lebih sering di Pileg ini.

"Jadi saya tidak bisa menjelaskan mengapa hasilnya jauh dari harapan kawan-kawan. Ada yang mengatakan faktor serangan fajar yang masif, tapi urusan seperti itu kan selalu seperti kentut. Baunya dirasakan oleh banyak orang, tetapi buktinya sulit diperoleh," terangnya.


Dalam perhelatan pemilu di Dapil Jateng IX, Sudirman mengaku banyak anggota masyarakat simpatisan yang menceritakan dahsyatnya pembagian uang. Bahkan mereka difasilitasi dan dikawal tetapi terus terbentur sulitnya mereka memberi kesaksian.

"Banyak yang menasihati saya, 'bagi-bagi sajalah, sama dengan yang lain'. Tapi saya tidak mau menempuh jalan seperti itu karena sayang sama masyarakat. Kita berkewajiban mengajak masyarakat menjaga nilai nilai luhur dalam bernegara. Kalau saya ikut main dengan cara begitu, apa bedanya dengan yang lain," tambahnya.

Alasan Sudirman tidak ikut bagi-bagi uang bukan karena kurang biaya. Selama mengikuti pesta demokrasi ini, Sudirman Said banyak bantuan dari teman-temannya. Mereka ada yang membantu kaus, alat peraga dan pembiayaan program masyarakat. Meski banyak mendapat dukungan dana, dirinya tetap tidak 'membayar pemilih' atau politik uang.

"Meski tidak lolos, saya bersyukur karena tidak main politik uang," pungkasnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed