Pemkab Magelang Beri Rp 10 Juta ke Keluarga Petugas Pemilu yang Meninggal

Pemkab Magelang Beri Rp 10 Juta ke Keluarga Petugas Pemilu yang Meninggal

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 03 Mei 2019 15:10 WIB
Bupati Magelang Zaenal Arifin. Foto: Eko Susanto/detikcom
Bupati Magelang Zaenal Arifin. Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang - Pemkab Magelang memberikan santunan bagi penyelenggara Pemilu yang meninggal sebesar Rp 10 juta. Sedangkan kepada mereka yang sakit akan mendapat santunan masing-masing Rp 1 juta.

"Kita memutuskan untuk memberikan santunan bagi yang meninggal Rp10 juta, yang sakit kita berikan Rp1 juta," jelas Bupati Magelang Zaenal Arifin.

Hal ini dijelaskan Zaenal Arifin saat ditemui di rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 di GOR Gemilang, Kabupaten Magelang, Jumat (3/5/2019).

Zaenal Arifin menjelaskan bahwa di wilayahnya terdapat satu orang petugas pemilu yang meninggal dunia. Selain itu, terdapat 61 orang petugas KPU dan 16 orang panwas yang sakit.

"Ini bentuk keperhatian, mungkin nilainya tidak seberapa besar, tapi inilah bentuk perhatian karena semuanya juga tidak pernah tahu akan hal ini terjadi," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Magelang Afifuddin sempat mengajak tamu undangan yang hadir untuk mendoakan bersama petugas yang meninggal dunia. Kemudian, untuk rapat pleno terbuka rekapitulasi ini akan dilangsungkan pada tanggal 3-5 Mei.

"Ya kami tadi mengajak untuk mendoakan Mas Haryanto dari KPSS Desa Ringinanom Tempuran yang meninggal dunia. Kami kemarin juga sudah takziah ke sana, kemudian Alhamdulillah ada santunan dari Gubernur, ini tadi dari Bupati juga ada," kata dia.


"Kami berterima kasih sekali kepada pemerintah Kabupaten Magelang, juga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sudah ikut memberikan santunan kepada para penyelenggara. Ini mudah-mudahan dapat membantu dan meringankan beban dan kesedihan dari keluarga yang ditinggalkan," kata Afif.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Habib Shaleh menambahkan pihaknya mengapresiasi santunan yang diberitkan oleh Pemkab Magelang tersebut. Shaleh mengatakan bahwasalah seorang Pengawas di Desa Gondosuli, Muntilan, Agung Kurniawan mengalami gegar otak. Dia mencatat ada 17 anggota panwas di Kabupaten Magelang yang sakit.

"Kami mewakili keluarga besar Bawaslu mengucapkan terima kasih tidak hanya besarannya, tapi perhatiannya. Itu kan berarti pengakuan atas kinerja dan dedikasi mereka. Karena kan ada yang gegar otak, ada yang keguguran, ada yang harus kuret dan sebagainya," kata Habib. (sip/sip)