DetikNews
Kamis 02 Mei 2019, 16:20 WIB

BNPB: Saatnya Pembangunan Selalu Berorientasi pada Kebencanaan

Usman Hadi - detikNews
BNPB: Saatnya Pembangunan Selalu Berorientasi pada Kebencanaan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo di Fakultas Teknik, UGM. Foto: Dok Humas UGM
Sleman - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, menegaskan bahwa pembangunan di kawasan permukiman harus mempertimbangkan risiko bencana dan melibatkan para pakar.

"Saatnya pembangunan selalu berorientasi pada kebencanaan dan menerima masukan dari pakar, karenanya peneliti harus banyak diberi ruang," kata Doni dalam kuliah umum di Fakultas Teknik UGM, Kamis (2/5/2019).

Doni bercerita, selama kurang lebih 4 bulan menjabat Kepala BNPB dirinya menyimpulkan banyak sektor kebencanaan yang harus dibenahi. Hal itu perlu dilakukan untuk mengurangi risiko bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia.


"Tahun 2019 ini kejadian puting beliung naik signifikan, ada 628 kejadian, lalu banjir 446 kejadian, longsor 434 dan karhutla 56, kenapa ini terjadi? Akibat ada perubahan iklim dan intensitas hujan tinggi akhir-akhir ini," katanya.

Menilik data tersebut, kata Doni, sudah saatnya setiap pemerintah daerah meningkatkan perlindungan terhadap masyarakatnya. Termasuk perlindungan atas bencana alam dengan cara mematangkan mitigasi kebencanaan.

"(Karena) pelayanan publik terbesar adalah menyelamatkan ribuan nyawa manusia, jangan sampai kita membiarkan banyaknya korban jatuh, peristiwa alam itu akan selalu berulang namun kapan waktunya kita tidak ada yang tahu," sebutnya.


Selain itu, lanjut Doni, pemerintah juga perlu mengupayakan teknologi seperti pemasangan alat sistem peringatan dini tsunami. Lalu, pemerintah juga perlu mempertimbangkan kearifan lokal dalam menguarangi risiko bencana.

"(Misalnya) kita buat vegetasi dengan tanaman tertentu sebagai sebuah solusi. Saya akan kirim pohon yang umurnya bisa sampai ratusan tahun seperti pohon pule dan pohon palaka dari Maluku," ungkapnya.

Sementara Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly, mengatakan tantangan terbesar BMKG adalah melakukan inovasi teknologi untuk meningkatkan kemampuan sistem peringatan dini berkaitan dengan deteksi bencana.

"Kita ingin melakukan lompatan inovasi (teknologi) agar jadi cepat, tepat, akurat, luas jangkauan, atraktif dan mudah dimengerti," pungkas Muhamad Sadly.
(ush/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed