Ironi Hardiknas di Semarang: Gedung Sekolah dan Akses Jembatan Rusak

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 02 Mei 2019 14:11 WIB
Kerusakan jembatan yang jadi akses anak SDN Jabungan, Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Kerusakan jembatan yang jadi akses anak SDN Jabungan, Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Siswa SDN Jabungan Semarang prihatin di Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Bangunan gedung sekolah retak dan kondisi jembatan penghubung pun menghawatirkan bahkan membahayakan para siswa.

Lokasi sekolah tersebut memang berada di Banyumanik dekat perbatasan dengan Kabupaten Semarang. Di dekat sekolah tersebut ada jembatan yang membentang sepanjang 81 meter.

Sebenarnya Pemkot Semarang sudah berupaya memperbaiki jembatan yang sempat rusak dan diresmikan bulan Oktober 2017. Namun hari Senin (29/4) lalu tanah di ujung jembatan tergerus dan longsor.

Hal itu membuat siswa atau warga yang melintas harus melompat untuk bisa menyeberang. Beberapa siswa SD yang diantar jemput orangtuanya bahkan ada yang harus digendong saat turun jembatan.

Salah satu orangtua siswa, Mandra mengatakan meski jembatannya kokoh, dirinya tetap khawatir sehingga memilih mengantar anaknya hingga turun dari jembatan.


Jembatan yang jadi akses siswa SDN Jabungan Semarang rusak. Jembatan yang jadi akses siswa SDN Jabungan Semarang rusak. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom


"Sabtu kemarin masih tidak apa-apa. Kondisi ini terjadi Senin kemarin pas hujan deras. Kalau pas orang tua ndak bisa jemput ya khawatir sekali," kata Mandra kepada wartawan, Kamis (2/5/2019).

"Harapannya segera diperbaiki, biar kita tidak khawatir," imbuhnya.

Salah seorang siswa kelas 2 SD Jabungan, Caila mengaku takut melintas di jembatan tersebut karena tanah yang tergerus. Ia takut kalau jembatan tidak bisa dipakai lagi sedangkan dia harus menyeberang melintasi sungai untuk ke sekolah.

Prihatin Hardiknas di Semarang: Sekolah dan Akses Jembatan RusakJembatan yang jadi akses siswa SDN Jabungan Semarang rusak. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

"Setiap hari lewat sini, takut. Tapi kalau berangkat tidak ada jembatan, lewatnya sungai," kata Caila.

Tidak hanya soal akses jembatan, ternyata gedung SD Jabungan pun terkena dampak tanah bergerak. Beberapa ruangan harus diberi pembatas karena lantai retak, eternit jebol, dan tembok juga retak. Ada juga yang sama sekali dimasuki karena bahaya.

Kerusakan gedung SDN Jabungan Semarang.Kerusakan gedung SDN Jabungan Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Salah seorang guru di SD Jabungan, Muhtarom mengatakan kondisi memprihatinkan di sekolah tersebut terjadi sejak sebulan lalu. Sebenarnya Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sempat meninjau ke sekolah itu, namun saat itu kondisi sekolah masih baik.

"Ini sekitar satu bulan yang parahnya. Pak Wali pernah ke sini, setelah selesai, kemari sekitar sebulanan terjadi ini (kerusakan)," kata Muhtarom.

Beberapa ruangan yang terdampak yaitu UKS, perpustakaan, ruang guru dan juga ruang kepala sekolah. Muhtarom menjelaskan, garis pembatas diberlakukan agar siswa tetap aman di lingkungan sekolah.

Kerusakan gedung SDN Jabungan Semarang.Kerusakan gedung SDN Jabungan Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom


"Yang parah itu ruang UKS, Perpustakaan, ruang guru, ada juga ruang kepala sekolah," jelas Muhtarom.

Ia berharap SD Jabungan direlokasi ke tempat yang lebih baik dan aman. Setahu Muhtarom, Pemerintah Kota Semarang memiliki lahan tidak jauh dari gedung saat ini dan berharap bisa pindah ke sana.

"Pemkot kan punya tanah di dekat jembatan, kalau direlokasi kan di sana dekat puskesmas pembantu dan tanahnya tidak seperti ini," pungkasnya. (alg/sip)