Mendikbud Muhadjir Ziarah ke Makam Ki Hajar Dewantara di Yogya

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 01 Mei 2019 19:12 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, ziarah ke makam Ki Hajar Dewantara di Taman Wiyata Brata, Kota Yogyakarta. Ki Hajar adalah perintis Perguruan Taman Siswa dan salah satu tokoh pendidikan nasional.

Pantauan di lokasi, Muhadjir bersama rombongan tiba di Taman Wiyata Brata sekitar pukul 17.15 WIB. Kedatangan Muhadjir disambut oleh Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, Prof Dr Sri Edi Swasono dan pengurus Taman Siswa lainnya.

Setelah bertegur sapa dengan Prof Dr Sri Edi Swasono, Muhadjir yang mengenakan surjan langsung menuju pusara Ki Hajar Dewantara. Setelahnya dilangsungkan upacara singkat di depan pusara. Kemudian dilanjutkan prosesi tabur bunga ke sejumlah makam tokoh.

Muhadjir menjelaskan, ziarah di Taman Wiyata Brata ini dilakukan untuk mendoakan arwah para leluhur perintis pendidikan di Indonesia. Selain itu, ziarah ini juga dalam rangka menyambut hari pendidikan nasional (hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei besok.

"Karena besok tepat hari ulang tahun beliau yang menjadi hari pendidikan nasional, maka saya berziarah untuk mendoakan kepada para, kepada beliau almarhum dan para pejuang pendidikan terutama yang dimakamkan di Yogya ini," katanya, Rabu (1/5/2019).

Menurut Muhadjir, banyak hal yang bisa diteladani dari sosok Ki Hajar Dewantara. Apalagi Ki Hajar merupakan salah satu peletak fondasi pendidikan di Indonesia dan pandangan-pandangannya banyak diadopsi oleh lembaga pendidikan lainnya.

"Beliau adalah (tidak hanya) pendiri dari Perguruan Taman Siswa. Terapi ajaran beliau, pandangan-pandangan filosofis beliau berkaitan dengan pendidikan nasional itu sekarang sudah menjadi milik semua, milik bangsa Indonesia," tuturnya.

"Semua lembaga pendidikan yang berkembang sekarang ini semuanya sebetulnya memiliki akar dan punya pertalian dengan Ki Hajar Dewantara. Terutama lembaga-lembaga pendidikan yang sudah berusia tua yang pendirinya rata-rata juga seusia," tutupnya.

(ush/bgs)