Tersakiti oleh Pernyataan Reposisi, PAN Jateng: Pecat Bara Hasibuan!

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 26 Apr 2019 17:15 WIB
Waketum PAN Bara Hasibuan. Foto: Tsarina/detikcom
Semarang - DPW PAN Jateng mengaku tersakiti dengan pernyataan Waketum PAN Bara Hasibuan soal pertemuan Ketum Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo. Kader PAN di Jawa Tengah meminta Bara dipecat karena pernyataannya soal reposisi.

"DPW PAN Jateng berharap DPP PAN menyikapi dengan tegas manufer liar Bara, pecat!" Wakil Ketua DPW PAN Jateng, Agung Wisnu saat berbincang dengan detikcom, Jumat (26/4/2019).

Ia menyebut Bara seperti menabur garam di atas luka karena PAN Jateng sedang berduka atas meninggalnya saksi PAN yang kelelahan di Kabupaten Demak.

"Kita bilang menyakitkan terutama karena kader PAN di Jateng ini berkabung karena salah satu kadernya meninggal. Menyakitkan dan kalimat itu tidak diproduksi dari otak dan hati. Ada yang kerja mati-matian kok dia ngomong seperti itu," tutur Agung.

Saksi yang meninggal itu adalah Suyatno, Ketua DPC PAN Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.


"Meninggal kemarin hari Kamis. Bara jangan menabur garam di luka, kita sedang berduka. Salah satu saksi kita meninggal saat menjalankan tugasnya, perjuangan di bawah itu keras!" ujar Agung.

Agung berharap DPP PAN segera bertindak atau jika tidak ada tindakan maka kader di lapisan bawah yang akan mengambil langkah.

"Saya harap DPP tegas, daripada kader di bawah membereskan dengan caranya," pungkas Agung.

Untuk diketahui, Zulkifli yang juga Ketua MPR itu berbincang dengan Presiden Jokowi yang juga Petahana Pilpres, Rabu (24/4/2019) kemarin usai pelantikan Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.


Bara Hasibuan menyebut pertemuan itu menunjukkan sikap kenegarawanan. Bara tidak menjawab gamblang saat ditanya apakah dalam pertemuan tersebut Zul membicarakan kemungkinan PAN merapat ke Jokowi meski saat ini diketahui PAN merupakan partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Yang jelas kita kan akan melihat posisi kita lagi. Kan pemilihan presiden sudah selesai, ya jadi kita lihat nanti ke depannya gimana," ujar Bara kemarin.

"Yang penting sudah mereka bertemu dulu, dan itu menunjukkan sikap kenegarawanan. Ke depannya bagaimana apakah akan ada repositioning, nanti kita lihat," imbuhnya. (alg/sip)