Yogya Panas! Suhu Udara Tertinggi Periode 4 Tahun Terakhir

Yogya Panas! Suhu Udara Tertinggi Periode 4 Tahun Terakhir

Ristu Hanafi - detikNews
Kamis, 25 Apr 2019 19:28 WIB
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Yogyakarta - Suhu udara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhir-akhir ini terasa lebih panas dan gerah atau sumuk. Ternyata, suhu udara berada pada titik tertinggi dalam periode yang sama 4 tahun terakhir.

Berdasarkan data BMKG DIY Stasiun Klimatologi Mlati, Sleman update hari ini pukul 14.00 WIB, suhu minimum dan maksimum pada tanggal 21-24 April 2019 umumnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai rata-rata di bulan April periode tahun 2015-2018.

"Apabila dibandingkan dengan nilai rata-rata suhu maksimum dan minimum di bulan April, maka suhu pada 21-24 April 2019 umumnya lebih tinggi. Oleh sebab itu kita merasa lebih gerah dan sumuk dari biasanya," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono dalam keterangannya, Kamis (25/4/2019).

Data suhu maksimum harian tanggal 21-24 April 2019 berkisar 32-33 derajat celcius, umumnya terjadi di siang hari. Sedangkan suhu maksimum rata-rata bulan April periode tahun 2015-2018 sebesar 31,3 derajat celcius.

Sementara untuk data suhu minimum harian 21-24 April 2019 berkisar 23-25 derajat celcius, umumnya terjadi di malam hingga menjelang pagi hari. Sedangkan suhu minimum rata-rata bulan April periode 2015-2018 sebesar 23,4 derajat celcius.

"Kondisi ini berkorelasi dengan masa pancaroba. Juga ada tiga faktor, faktor astronomi yakni matahari masih dekat dengan ekuator. Yang kedua faktor meteorologi, tidak ada awan yang menghalangi sinar matahari sehingga panas yang diterima optimum," Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Sigit Hadi Prakosa

Selain itu lanjut Sigit, dipengaruhi juga faktor berkurangnya vegetasi tanaman terutama di perkotaan.

"Kondisi ini diperkirakan terjadi sampai akhir April ini, karena berkorelasi dengan masa pancaroba," imbuhnya.

Imbauan BMKG kepada masyarakat di DIY, saat beraktivitas di luar ruangan seperlunya terutama di siang hari, memakai pakaian yang mudah menyerap keringat, menggunakan pelindung diri seperti payung atau topi, minum air minimal 2 liter agar tidak dehidrasi, serta konsumsi buah segar dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.
(bgk/bgs)