PBNU: Kami Sudah Jalankan Rekonsiliasi Masyarakat Usai Pilpres

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 24 Apr 2019 18:22 WIB
Katib Aam PBNU, KH Yahya C Staquf. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Katib Aam PBNU, KH Yahya C Staquf, menyebut masyarakat menginginkan rekonsiliasi pasca Pilpres 2019. Tak menunggu para elit politik yang belum siap bertemu, PBNU menegaskan pihaknya sudah melakukan rekonsiliasi di kalangan bawah.

"Masyarakat ini punya kepentingannya sendiri untuk memelihara keutuhan," ujar Yahya kepada wartawan usai menghadiri tasyakuran Pemilu di kediaman Habib Hilal Alaidid Kota Yogyakarta, Rabu (24/4/2019).

Berangkat dari keinginan masyarakat itu, kata Yahya, sejumlah kiai dan ulama telah menyerukan agar setiap elemen bangsa tetap menjaga persatuan. Mereka berharap persatuan tetap dijaga meski berbeda pilihan.

"Karena keutuhan masyarakat itu kepentingan masyarakat sendiri. Kita tidak menunggu para pemimpin politik ini, kita berjalan untuk kebaikan masyarakat karena ini kepentingan masyarakat," katanya.


Disinggung apakah PBNU akan mengambil inisiatif untuk mempertemukan kedua kubu yang berebut suara di Pilpres 2019, Yahya tak menjawab, "Itu (rekonsiliasi elite politik) tentu nanti tergantung bagaimana komunikasi di antara para pemimpin," ungkap salah satu anggota Wantimpres tersebut.

"Tetapi sekarang yang sudah berjalan, sudah berlangsung sekarang adalah upaya yang langsung ke bawah untuk mengajak masyarakat bersatu kembali," sambungnya.


Yahya mencontohkan upaya Ketua Tanfidziyah PBNU, Saifullah Yusuf yang sudah mengupayakan rekonsiliasi dengan mempertemukan kiai-kiai pendukung Jokowi dan Prabowo di Jawa Timur.

"Tentu ini (rekonsiliasi seperti upaya Gus Ipul) akan diteruskan di daerah-daerah lain dan sampai di tingkat basis di kalangan masyarakat yang paling bawah," pungkas Yahya. (ush/mbr)