Menkumham Pastikan Kesiapan Pelayanan Imigrasi Bandara Kulon Progo

Menkumham Pastikan Kesiapan Pelayanan Imigrasi Bandara Kulon Progo

Ristu Hanafi - detikNews
Rabu, 24 Apr 2019 17:29 WIB
Menkumham Pastikan Kesiapan Pelayanan Imigrasi Bandara Kulon Progo
Kemkumham mengecek pelayanan imigrasi di Bandara Kulon Progo (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Kulon Progo - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, mengunjungi Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo. Kehadirannya untuk memastikan kesiapan pelayanan keimigrasian di bandara baru tersebut.

Menhub, Budi Karya Sumadi, lebih dulu tiba di YIA didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama rombongan Kemenhub dan pejabat pemerintah daerah. Setelah selesai berkeliling di terminal dan runway, tiba-tiba hadir Menkumham Yasonna.

"Kita melihat persiapan bandara Kulon Prono, saya ingin memastikan karena ini bandara internasional, kesiapan keimigrasian harus betul-betul dibuat baik," kata Yasonna, Rabu (24/4/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Diketahui, Direktorat Jenderal Imigrasi memang dibawah Kemenhumkam. Bandara internasional wajib memiliki petugas imigrasi untuk mengecek kelengkapan dokumen WNA.

"Memang masih temporary, tapi dengan empat counter sudah cukup untuk sementara. Nanti di (lantai) atas akan ada 16 jadinya, baik kedatangan dan keberangkatan," terang Yasonna ketika mengecek kesiapan counter dan petugas imigrasi di lantai dasar terminal Bandara YIA.

Yassona menyebutkan dia selalu menyampaikan ke jajaran imigrasi, bahwa mereka memilik peran penting dalam operasional sebuah bandara.

"'Kalian kesan pertama tamu yang datang, kesan terakhir tamu yang berangkat'. Termasuk bea cukai, Angkasa Pura, semua harus baik," jelasnya.


Terkait pengamanan keimigrasian, Yasonna memastikan pihaknya tetap butuh kerja sama dengan Angkasa Pura. Kemenkumham juga tengah menyiapkan software untuk mendeteksi pelaku kejahatan jaringan internasional.

"Kami sedang berupaya membangun satu sistem pengamanan yang baik, karena kita (Indonesia) kan bebas visa, 69 negara, kita sedang cari software yang betul-betul bisa deteksi. Penumpang datang harus bisa dideteksi dengan baik, apakah terlibat teroris, narkoba, yang punya record itu kita harus punya," paparnya.

Selain itu, petugas Imigrasi juga telah menjalani pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme dalam bertugas di bandara.

"Kami siapkan tenaga profesional keimigrasian yang terlatih, pegawai baru juga sudah dilatih. Baik SDM, perangkat, baik software, hardware. Ini (YIA) masih soft opening, nanti pada saat opening 100 persen harus sudah perfect, Desember 2019," pungkasnya. (mbr/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads