detikNews
Sabtu 20 April 2019, 16:43 WIB

8 Petugas Pemilu di Jateng Meninggal, Kebanyakan karena Lelah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
8 Petugas Pemilu di Jateng Meninggal, Kebanyakan karena Lelah Perhitungan suara. Foto: Ari Saputra
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Semarang - Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas TPS bekerja keras dalam masa pemilu. Di Jawa Tengah dilaporkan 8 petugas meninggal bahkan ada yang stroke hingga keguguran.

Komisioner KPU Jateng, Paulus Widiyantoro 8 orang meninggal tersebut berada di Kabupaten Demak, Banyumas, Sukoharjo, Banjarnegara, dan Rembang.

"Beban kerja mereka luar biasa besar mulai dari menyiapkan TPS tanggal 16 dan 17 pagi sudah harus siap. Kalau ada masalah nanti dipanggil, jadi psikis juga," kata Paulus saat ditemui di Kantor KPU Jateng, Jalan Veteran Semarang, Sabtu (20/4/2019).

Petugas yang meninggal menurut data KPU yaitu

1. Sopiah, KPPS 09 Banjarsari Kidul, Sokaraja, Kabupaten Banyumas yang meninggal akibat kecelakaan.

2. Pirno, anggota Linmas di Kabupaten Pemalang yang meninggal dunia karena kelelahan.

3. Slamet Mulyono, petugas keamanan TPS 11 Kelurahan Proyonangan Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang yang meninggal saat bertugas 17 April.

4. Yuli Anisah, petugas TPS 10 Wirun Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, meninggal setelah dirawat 2 hari.

5. Sugiharjo KPPS Desa Pingit Lor Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara meninggal dunia tanggal 18 April akibat kelelahan.

6. Suharto, petugas ketertiban TPS 17, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar meninggal dunia karena terjatuh di tempat tugas pada tgl 17 April 2019.

7. Subagyo, anggota KPPS di Kabupaten Demak, meninggal saat bertugas membagikan C6 tanggak 16 April 2019.

8. Nurul Hidayati, Anggota KPPS Desa Landoh, TPS 7, Kabupaten Rembang tewas akibat kecelakaan usai penghitungan suara diduga karena kelelahan dan tidak konsentrasi saat mengemudi.

"Yang kecelakaan itu akibat kelelahan sehingga hilang konsentrasi saat mengemudi," pungkasnya.


Selain itu ada 7 petugas TPS yang kelelahan dan harus dirawat di rumah sakit bahkan 3 orang keguguran yaitu di Klaten atas nama Wiwid Wijayanti yang merupakan Anggota PPK Jatinom dan sedang hamil 6 bulan kemudian di Kebumen ada 2 anggota KPPS yang keguguran yaitu Umi Rojanah dan Siti Mungawanah.

"Tujuh orang ada yang jatuh di TPS saat proses sampai patah tulang tangan, yang pingsan sampai berapa jam gitu ada, ada yang keguguran, yang stroke ada, yang di rawat di ICU sampai hari ini juga ada," jelasnya.

Paulus juga menjelaskan saat ini sedang diusahakan untuk santunan kepada para petugas penyelenggara pemilu yang meninggal atau sakit.

Terkait penyelenggaraan pemilu yang meninggal dan sakit, kami komisioner KPU berpikir cara santuni mereka, dari asuransi memang tidak ada, secara anggaran memang tidak ada, tapi sudah dibahas nasional akan kolektif dari dana sosial," jelas Paulus.
(alg/sip)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed