Guru Ngaji Jokowi Gelar Istigasah Doakan Menang Versi KPU

Guru Ngaji Jokowi Gelar Istigasah Doakan Menang Versi KPU

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 20 Apr 2019 15:33 WIB
istigasah dan potong tumpeng untuk mendoakan Jokowi-Ma'ruf menang Pilpres 2019. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Guru ngaji capres petahana Joko Widodo, KH Abdul Karim menggelar istigasah untuk mendoakan paslon 01 menang dalam Pilpres 2019. Meski yakin dengan hasil hitung cepat atau quick count, Jokowi tetap didoakan menang versi KPU.

Acara yang diikuti sekitar 100 orang itu diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Qur'aniyy Azzayadiyy, Laweyan, Solo, Sabtu (20/4/2019). Mereka dengan khusyuk membaca zikir, asmaul husna dan selawat.

Gus Karim kemudian memimpin jemaah untuk mengamini doa agar Jokowi menang secara resmi. Jokowi juga didoakan agar mampu mengemban amanah sebagai Presiden untuk periode kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini wujud syukur kita bahwa Pak Jokowi menang versi quick count, sekaligus doa agar beliau menang versi penghitungan KPU," kata kiai yang biasa disebut Gus Karim itu.

Setelah berdoa, tujuh perwakilan relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf memotong tujuh tumpeng nasi kuning. Tumpeng tersebut lalu dibagikan kepada santri.


"Saya pilih tujuh, dalam bahasa Jawa 'pitu'. Maksudnya agar diberi pitulungan atau bantuan oleh Alloh," katanya.

Gus Karim juga berpesan agar para pendukung Jokowi-Ma'ruf menahan diri untuk merayakan kemenangan. Dia meminta pendukung menunggu KPU selesai melakukan penghitungan suara.

"Meskipun secara quick count menang, kita semua tetap harus menunggu KPU mengumumkan hasil rekapitulasinya," pungkas Gus Karim. (bai/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads