"Ya nggak menyangka, nggak tahu to kok kejadiannya seperti ini. Ya merasa sedih saja adiknya kok digituin," ucap Aan di kediamannya, Sabtu (13/4/2019).
Aan dan Agus selama ini tinggal di kontrakan orangtuanya, di RT 43, RW 13, Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Saya) kurang tahu (keseharian Agus), saya juga sering (di tempat) kerja. Nggak ketemu langsung, cuma ngomong biasa, intinya ngobrol biasa lah," ujarnya.
Aan tak mengetahui detail penangkapan adiknya. Saat penggrebekan berlangsung dirinya sedang berada di tempat kerja di bengkel stel roda.
"Jadi saya baru kerja di bengkel, dikabarin teman terus saya pulang, tahunya (Agus) sudah nggak ada. Sampai di rumah sudah tidak ada apa-apa," katanya.
Kini Aan tak mengetahui keberadaan Agus dan seorang rekan yang turut diciduk Tim Densus 88. Ia hanya berharap adiknya bisa bebas kembali.
"Mudah-mudahan nggak ada apa-apa, mudah-mudahan (sangkaan aparat) tidak terbukti, intinya itu. Mohon doanya," pungkas Aan. (ush/sip)










































