DetikNews
Kamis 11 April 2019, 18:41 WIB

Bawaslu Didesak Agar Ikut Tangani Kasus Bowo Sidik

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Bawaslu Didesak Agar Ikut Tangani Kasus Bowo Sidik Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
FOKUS BERITA: 'Nyanyian' Bowo Sidik
Semarang - Pemilu kurang 6 hari lagi, Bawaslu didesak agar ikut bertindak segera terkait kasus Bowo Sidik Pangarso. Harus ada keputusan agar suara Bowo di dapilnya dianggap tidak sah jika terbukti ada politik uang.

Advokat Bela Keadilan (ABEKA), Listyani akan menyurati Bawaslu besok pagi. Menurutnya sudah jelas ada pengakuan Bowo tentang 400 ribu amplop berisi pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang dimasukkan ke 84 kardus diduga untuk serangan fajar.

"Karena ada dugaan untuk kepentingan pilpres 2019 juga. Jika sudah disiapkan 400 ribu amplop berisi uang maka target untuk 400 ribu suara. Itu sudah berkali-kali lipat suara caleg. Tidak mungkin untuk caleg secara personal," kata Listyani kepada detikcom, Kamis (11/4/2019).

Maka menurut Listyani, Bawaslu seharusnya juga bergerak meski kasusnya ditngani KPK. Surat kepada Bawaslu pun akan diserahkn besok.

"Jika politik uang terbukti maka perolehan suara untuk Bowo Sidik di Dapil harus dibatalkan sebagai sanksi," tandas Listyani.

"Akan mengirim surat kepada Bawaslu RI untuk segera menindak lanjuti kasus tersebut," imbuh anggota ABEKA lainnya, Aditya Surya Kurniawan.

ABEKA juga meminta agar Nusron Wahid beserta tim relawannya segera dipanggil KPK. Menurut Listyani dalam laporan Bowo disebut Nusron menyiapkan serangan fajar 600 amplop.

"Diharapkan KPK segera panggil Nusron Wahid bersama timnya. Dimungkinkan uang amplop Nusron sudah di pos-pos Pendukung Tim Nusron Wahid yg ada di Demak, Kudus, Jepara .


(alg/bgk)
FOKUS BERITA: 'Nyanyian' Bowo Sidik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed