TKD DIY Bakal Lapor Balik Jika PDIP Disebut Pelaku Perusakan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 10 Apr 2019 19:57 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Pelaporan FPI DIY ke polisi mendapat tanggapan dari Ketua Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja Daerah Istimewa Yogyakarta (TKD KIK DIY), Bambang Praswanto. Ia menyebut, jika dalam laporan itu FPI mencatut simpatisan PDIP sebagai perusak maka TKD akan melaporkan balik.

"Kalau FPI menyatakan dia dirusak oleh kita (pendukung kubu 01), maka kita juga kita melapor telah diprovokasi oleh mereka (FPI). Kita memberi laporan seimbang, jadi kalau mereka melaporkan, kita gantian melaporkan (ke polisi)," ujar Bambang saat ditemui detikcom usai kampanye PDIP di lapangan Ponjong, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Rabu (10/4/2019).

"Karena kenyataannya kita diprovokasi dan dipancing lakukan itu (pelemparan batu). Pancingan itu yang kita laporkan," imbuhnya.

Bambang juga menjelaskan kericuhan yang terjadi di kompleks markas FPI DIY, Padukuhan Ngaran, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman kemarin Minggu (7/4/2019) dan di Jalan Wates, Sentolo, Kulon Progo karena terprovokasi oknum-oknum tertentu. Karena itu, simpatisan PDIP yang tengah melintas di jalan tersebut terpancing emosinya dan melakukan pelemparan batu serta pengeroyokan.

"Kadang-kadang teman-teman ini nggak bisa tahan emosi terus bales, itu yang terjadi. Jadi peristiwa yang saya lihat semua, baik di Kulon Progo dan markas FPI itu kan karena kami diprovokasi, diejek-ejek, dilempari (batu) jadi panas, nggak bisa tahan emosi dan langsung mengeroyok," ucapnya.

"Dan yang dikeroyok sapa? Tentara, Yang dikeroyok sapa? Panwaslu Kecamatan (Sentolo), lha...kejebak kan namanya. Sebenarnya nggak ada masalah saat di jalan itu, karena biasanya yang ada njebak itu, kemarin kita kejebak yang lain-lain, sehingga tentara kena, Panwaslu kena," imbuh Bambang.

Bambang menambahkan pernyataannya tersebut bukan tanpa dasar. Ia menyebut telah ke 2 lokasi kericuhan dan mendapati fakta bahwa simpatisan PDIP yang pertama dilempari batu.

"Jelas dipancing, karena situasi aman saat itu (di Jalan Wates tanggal 7 April 2019) dan teman-teman berhenti karena dipancing dengan diteriaki dan dilempari (batu). Saya sudah ke sana (lokasi kericuhan jalan Wates) kemarin, dan (simpatisan PDIP bilang) dilempari batu dari selatan," katanya.

Selain itu, Bambang menuturkan bahwa ada bukti berupa video yang menunjukkan simpatisan PDIP diprovokasi oknum-oknum tersebut.

"Bukti? Saya kira video-video yang beredar pasti ada," ucap Bambang.
(bgk/bgs)