DetikNews
Senin 08 April 2019, 19:38 WIB

Ketika Tombak Abirawa Dikirab di Hari Jadi ke-53 Kabupaten Batang

Robby Bernardi - detikNews
Ketika Tombak Abirawa Dikirab di Hari Jadi ke-53 Kabupaten Batang Kirab hari jadi ke-53 Kabupaten Batang Jawa Tengah. Foto: Robby Bernardi/detikcom
Batang - Warga di Kabupaten Batang memperingati HUT ke-53 Batang hari ini. Acara yang ditunggu warga Kabupaten Batang yakni kirab budaya sebagai ajang kreativitas warga.

Kirab budaya dimulai dari Jalan Veteran, Jalan A Yani, Jalan Gajah Mada, Jalan Brigjen Katamso dan Finis di Pendopo Kabupaten Batang. Tema yang diusung 'Dengan Kirab Budaya Mari Kita Tingkatkan Persatuan dalam bingkai NKRI yang berwawasan Nusantara'.

Bupati Batang, Wihaji, mengatakan, kirab tahun ini berbeda dnegan kirab tahun-tahun sebeumnya. Pasalnya Tombak Abirawa sebagai simbol senjata kebesaran di Kabupaten Batang, turut dikirabkan.

"Tombak Abira selama ini di kirab hanya duplikatnya saja. Tapi kali ini tombak asli yang memiliki sejarah membabad berdirinya Kabupaten Batang turut kita kirabkan," kata Wihaji, Senin (8/4/2019).

Tidak heran bila warga berduyun-duyun ingin langsung melihat penampakan asli senjata pusaka Kabupaten Batang yakni Tombak Abirawa.

Kirab hari jadi ke-53 Kabupaten Batang Jawa Tengah.Kirab hari jadi ke-53 Kabupaten Batang Jawa Tengah. Foto: Robby Bernardi/detikcom

"Saya datang karena ingin melihat langsung tombak aslinya, sekalian melihat meriahnya pawai," kata Nining salah satu warga yang penasaran menonton datangnya tombak pusaka Abirawa.

Selain memamerkan hasil kreasi aneka macam desain kostum yang unik, dalam kirab ini juga dikirabkan gunungan hasil bumi yang diperebutkan oleh warga saat di garis finish.

Sementara itu sebelum dilakukan kirab, dilakukan launching 'Aplikasi Batang Spatial System' dan 'Batang Smart Region'.

"Di hari ulang tahun ini kado terindah Batang, dengan melaunching dua aplikasi tadi," kata Wihaji.

Kirab hari jadi ke-53 Kabupaten Batang Jawa Tengah.Kirab hari jadi ke-53 Kabupaten Batang Jawa Tengah. Foto: Robby Bernardi/detikcom


Menurut Wihaji, dua aplikasi tersebut merupakan bagian dari memberikan layanan baru yang berbasis informasi teknologi.

Untuk aplikasi Batang smart region lebih pada sistem memberikan informasi seputar Kabupaten Batang yaitu pariwisata, kuliner, seni budaya serta layanan publik lainnya seperti rumah sakit bahwan bengkel motor, mobil sampai tambal ban.

"Orang Piknik di Batang akan lebih mudah melalui aplikasi Batang Smart Region, karen segala informasi tentang kuliner obyek wisata, bahkan bengkel pun ada," kata Wihaji.

Sedangkan untuk Batang Spatial System merupakan sistem aplikasi tata ruang yang berbasis web dan android, yang bisa digunakan oleh masyarakat Batang dan masyarakat luar daerah Batang yang mau berinvestasi di Batang.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +