DetikNews
Sabtu 06 April 2019, 11:51 WIB

Sandi Kembali Tegaskan UN Dihapus Jika Paslon 02 Menang Pilpres

Eko Susanto - detikNews
Sandi Kembali Tegaskan UN Dihapus Jika Paslon 02 Menang Pilpres Sandiaga kampanye di Temanggung (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Temanggung - Cawapres 02, Sandiaga Uno, kembali menegaskan akan menghapus Ujian Nasional (UN) jika paslon Prabowo-Sandi menang Pilpres. Pihaknya akan lebih fokus pada program yang terkoneksi antara pendidikan dan pekerjaan.

"Saya fokus untuk pendidikan bersama Pak Prabowo, kita akan tingkatkan kualitas dan bikin link and macth. Nyambung antara pendidikan dan pekerjaan," kata Sandi di hadapan massa yang hadir di depan Rumah Siap Kerja di Parakan, Temanggung, Sabtu (6/4/2019).

"Kita hapus juga UN. Kemarin ada anak-anak yang mau ujian, bersama Prabowo-Sandi, kita ganti UN itu dengan penelurusan minat dan bakat. Kurikulum kita akan buat kurikulum lebih fokus pada minat dan bakatnya. Jangan terlalu dibebani anak-anak kita dengan hal-hal yang tidak berhubungan dengan dunia setelah pendidikan mereka," katanya.


Pada kesempatan itu, Sandi juga menegaskan sudah terlalu banyak janji-janji kesejahteraan yang disampaikan petahana dengan berbagai jenis macam kartu. Sando yakin, hanya dengan satu kartu, yaitu KTP, semua persoalan bisa teratasi.

"Tidak perlu tambah-tambah kartu-kartu lagi. Nambah kartu, nambah stres, betul? Ada 12 kartu, lebih banyak dari pada duitnya. Dompet tebal bukan oleh duit, tapi oleh kartu. Kita sudah punya e-KTP, kita selesaikan semua permasalahan program dengan diintegrasikan dalam e-KTP," kata dia.


Lebih lanjut, Sandi juga mempopulerkan singkatan TPS kepada pendukungnya agar lebih lebih mudah mengingat-ingat pada hari pemungutan suara 17 april mendatang.

"TPS singkatan dari Tusuk Prabowo-Sandi. TPS, Toblos Prabowo-Sandi. Mau harga-harga murah, jawabannya Toblos Prabowo-Sandi. Mau listrik murah, Toblos Prabowo-Sandi. Mau cari kerja mudah, Toblos Prabowo-Sandi. Mau emak-emak bahagia, Toblos Prabowo-Sandi. Mau petani sejahtera, Toblos Prabowo-Sandi," pungkasnya.



Tonton juga video Sandi Disebut Lakukan Pelecehan Saat Kibarkan Bendera NU:

[Gambas:Video 20detik]


(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed