Ganjar Cerita Jokowi Tanyakan Kasus Pengeroyokan di Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 05 Apr 2019 19:59 WIB
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Kasus pengeroyokan oleh massa pro Prabowo di Purworejo, Jawa Tengah pada Selasa (2/4) lalu mengundang perhatian Capres nomor urut 01, Jokowi. Selain mempertanyakan, Jokowi berharap agar kejadian serupa tak terulang dan masyarakat juga tidak terprovokasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai bertemu dengan warga di sebuah warung angkringan di Jl Diponegoro, Kutoarjo, Purworejo yang tak jauh dari rumahnya, Jumat (5/4/2019) petang.

Ganjar mengatakan Jokowi menanyakan tentang peristiwa pengeroyokan itu ketika mendampinginya berkampanye.

"Kemarin waktu saya kampanye sama Pak Jokowi tentu sebagai orang tua beliau (Jokowi) sebagai presiden juga tanya, ada apa Pak Ganjar? Insyaallah pak besok saya ketemu pak. Kemudian beliau sampaikan, oh iya saya juga sudah suruh utusan ada apa," kata Ganjar kepada detikcom, Jumat (5/4/2019) petang.

Jokowi berharap agar kejadian serupa tak terulang lagi. Dalam masa kampanye, Jokowi yang juga capres 01 itu menginginkan agar suasana tetap damai jangan saling adu otot dan lebih baik adu program.

"Maksudnya Pak Jokowi begitu, agar yang ini tidak terulang. Di Solo kemarin kejadian di Purworejo kejadian, ya kampanye mesti damai, jangan saling adu otot, adu keceriaan saja, adu program saja," lanjutnya.

Terkait dengan kejadian tersebut, Jokowi mengimbau agar masyarakat jangan ada lagi yang memprovokasi dan terprovokasi.

"Ya Pak Jokowi mengharapkan masyarakat jangan ada yang memprovokasi dan terprovokasi, karena suaranya waa kita balas, jangan, jangan dibalas. Kejadian ini jangan sampai terulang," papar Ganjar.

Meski di daerah Jateng juga pernah terjadi peristiwa serupa, Ganjar tetap meyakinkan bahwa wilayah Jateng itu tetap adem ayem.

"Dulu di jalan Magelang juga terjadi bentrok seperti ini, di Temanggung juga terjadi seperti itu, maka sudah belajar. Jawa Tengah itu adem ayem lho ya, jangan benturan jangan tabrakan wong besok kita ketemu lagi, setelah tanggal 17 kan ketemu lagi," ucapnya.

Dibweritakan sebelumnya, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di Jl Jogja KM 11 tepatnya di depan SDN Krendetan, Kecamatan Bagelen pada Selasa (2/4) lalu. Pengeroyokan dilakukan oleh massa beratribut Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) usai mengikuti kampanye pendukung Prabowo-Sandi terhadap Yuli Wijaya (28) warga Dukuh Sarangan, Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen yang saat itu tengah mengenakan kaus bergambar capres Jokowi.
(bgk/bgs)