Viaduk Tirtonadi Solo Tergenang, Diduga Aksi Sabotase Saluran Air

Viaduk Tirtonadi Solo Tergenang, Diduga Aksi Sabotase Saluran Air

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 04 Apr 2019 15:29 WIB
Viaduk Tirtonadi Solo tergenang, diduga aksi sabotase. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Viaduk Tirtonadi Solo sempat tergenang air hingga setinggi 1,5 meter pada Kamis (4/4/2019). Genangan terjadi diduga akibat saluran air yang sengaja disumbat oleh seseorang.

Hal tersebut terlihat saat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta menangani genangan air. Setelah air berhasil disedot, terlihat bahwa saluran air tersumbat batu.

"Tadi kita temukan ada batu cukup besar di saluran pembuangan. Kemungkinan itu ditutup oleh orang yang tidak bertanggung jawab," kata Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Surakarta, Sumarno di Viaduk Tirtonadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang sejak semalam Kota Solo dan sekitarnya mengalami hujan lebat hingga pagi hari. Setelah reda pun, permukaan air Kali Pepe terlihat hampir meluber.

Viaduk memang kerap tergenang saat hujan lebat. Namun biasanya, genangan segera surut setelah hujan reda.

"Kita sedot ternyata tidak hanya batu. Ada juga beberapa pelat nomor bekas di saluran air. Mungkin ada yang ingin memanfaatkan kondisi ini," ujarnya.

Viaduk Tirtonadi Solo Tergenang, Diduga Saluran Sengaja DisumbatPetugas menunjuk saluran tersumbat diduga sabotase di Solo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Akibat genangan tersebut, Jalan Ahmad Yani di viaduk tersebut ditutup. Setelah air disedot, jalan kembali dibuka sekitar pukul 11.20 WIB.

Sumarno juga mengaku melihat ada beberapa yang memanfaatkan genangan air. Orang tersebut meminta uang ratusan ribu rupiah dengan modus membantu mobil-mobil yang mogok karena genangan air.

"Saya lihat mereka meminta uang Rp 200 ribu. Lalu saya dekati, tapi mereka kabur. Menurut warga, mereka memang kerap beraksi saat ada genangan air," tutupnya. (bai/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads