Cerita Ketua Gerindra yang Nekat Blokir Rumah yang Ditinggali Ketua Nasdem

Arif Syaefudin - detikNews
Rabu, 03 Apr 2019 15:32 WIB
Yulianto saat memblokir rumah yang ditinggali Ketua Nasdem Blora. Foto: Dok Yulianto
Blora - Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blora, Yulianto menceritakan asal usul kejadian yang membuat dirinya hingga nekat melakukan aksi blokade akses masuk rumah yang ditinggali mantan istrinya, yang juga merupakan anak dari ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Blora, kemarin.

Yulianto tak memungkiri, permasalahannya itu merupakan buntut panjang dari pembagian hak harta gono-gini setelah perceraiannya dengan Dani Berliana pada tahun 2016 lalu.

Kala itu, usia sidang perceraian diputuskan pula soal pembagian gono-gini melalui Pengadilan Agam. Namun, Yulianto merasa pembagian harta gono-gini tersebut jika dinominalkan tidak berimbang. Sang mantan istri, kata Yulianto, mendapatkan pembagian lebih banyak 4 kali lipat dari jatah yang ia dapatkan.

"Kita perjanjian di notaris saat itu. Bahwa saya beserta aset saya, dapat bisnis elpiji, sedangkan Dani di bisnis furniture dan aset-asetnya, termasuk rumah di Semarang juga. Kalau dirupiahkan itu jumlahnya 1 banding 4," jelasnya saat dihubungi detikcom, Rabu (3/4/2019).


"Namun di tengah jalan dia sabotase, semua bisnis elpiji itu hendak ia kuasai dengan mengurus surat-surat atas nama dirinya. Anehnya, ketika ia mengurus perizinan kok bisa, gitu. Padahal gudang elpiji itu berdiri di atas tanah sertifikat nama saya. Ya mungkin karena memang dia dekat dengan yang berkuasa, sehingga bisa saja. Dia itu pintar," lanjutnya.

Ia pun berharap agar permasalahan tersebut dapat segera terselesaikan. "Segera kami akan ekspos berkas-berkasnya. Saya pegang komplit semua bukti-buktinya. Yang jelas biarkan saja Sri Sudarmini bilang apa, saya akan ungkap kebenarannya," kata Yulianto.

Aksi blokir rumah disebut Yulianto sebagai wujud tindakan untuk melindungi sekaligus menyelematkan aset gono-gini yang sampai saat ini masih dalam proses eksekusi. Ia khawatir, gono-gini yang ada akan dimanfaatkan atau bahkan dihilangkan oleh pihak luar.


"Semua adalah milik gono-gini. Karena mantan istri sudah masukkan eksekusi, maka saya sangat menghargai dan ikut mengamankannya. Jangan sampai orang yang tidak berhak ingin menguasai atau menghilangkan barang yang tercantum dalam putusan PA," jelasnya.

Yulianto menyesalkan kabar yang dibuat oleh mantan mertuanya, Sri Sudarmini yang menyebut Yulianto dalam melakukan aksi pemblokiran tersebut untuk memeras uang milik Dani Berliana senilai Rp 1,2 miliar. Ia pun menampik kecurigaan uang tersebut bakal digunakan untuk pencalegan.

"Maka yang disampaikan kemarin bahwa saya meminta Rp 1,2 miliar itu tidak benar. Kalaupun dikabarkan itu saya butuh uang untuk pencalegan, saya akan lebih pilih punya saya sendiri yang saya jual. Lagipula kampanye dan lain sebagainya juga sudah jalan kok," pungkas Yulianto. (sip/sip)