Para Petinggi Jateng Gabung Bersih-bersih Kompleks Keraton Solo

Para Petinggi Jateng Gabung Bersih-bersih Kompleks Keraton Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 29 Mar 2019 11:55 WIB
Ganjar dan Rudy membersihkan area lonceng keraton. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memimpin kerja bakti bersih-bersih Keraton Kasunanan Surakarta pagi ini. Dimulai dari kegiatan ini, diharapkan keraton dapat kembali menjadi pusat kebudayaan.,

Kerja bakti pada Jumat (29/3/2019) pagi ini diikuti oleh ribuan petugas dari Pemprov Jateng, Pemkot Surakarta hingga abdidalem keraton. Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen Mochammad Effendi; Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, dan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, turut serta dalam kerja bakti.

Setelah mendapatkan arahan dari gubernur, para petugas disebar ke berbagai sudut kompleks Keraton Surakarta. Kegiatan itu meliputi menyapu jalan, membersihkan bangunan ikonik dan memangkas pohon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Resik-resik Keraton Solo dan nguri-uri kabudayan bersama gubernur ini dilakukan untuk menyambut tingalandalem jumenengan (ulang tahun naik tahta) yang ke-15 SISKS Pakubuwono XIII," kata Ganjar di sela-sela kerja bakti.
Para Petinggi Jateng Gabung Bersih-bersih Kompleks Keraton SoloGanjar pimpin bersih-bersih Keraton Surakarta (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)


Setelah kawasan keraton bersih, Ganjar juga ingin agar keraton yang sedang memiliki konflik internal dapat kembali moncer. Dia berharap masyarakat akan berbondong-bondong menuju keraton untuk belajar kebudayaan.

"Dengan dibersihkannya keraton, diharapkan masyarakat berbondong-bondong ke sini, peneliti datang ke sini, pusat kebudayaan akan tampil lagi di sini. Aktivitas semuanya akan muncul disini dan greget itu mulai terasa denyutnya dari keraton ini," ujar dia.

Ganjar juga mengajak agar keraton bersama pemerintah kembali intens berkomunikasi. Melalui komunikasi, dia ingin sistem dalam keraton ini dapat kembali berjalan dengan baik.

"Jadi tidak sekedar hubungan administrasi dan anggaran, tapi juga perencanaan pembangunan ke depan yang sifatnya fisik dan yang lainnya agar bisa berjalan kembali. Termasuk di dalamnya pelestarian budaya dan sistem pemerintahannya," ujar dia. (bai/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads