Warung Rakyat Poer di Bantul, Penolong Mahasiswa Kantong Cekak

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 29 Mar 2019 08:14 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Ada satu warung makan murah yang biasa menjadi langganan para mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Warung ini menjadi warung favorit bagi mahasiswa yang berkantong cekak.

Warung bernama Warung Rakyat Poer ini jadi langganan para mahasiswa yang sedang belajar di ISI. Warung makan ini milik Purwanto (46), berlokasi di Jalan Ali Maksum, Dusun Saraban, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, tepatnya di selatan kampus ISI.

Warung Benar-benar irit dan murah. Bagaimana tidak, cukup merogoh kocek Rp 5 ribu saja mahasiswa bisa makan dan minum di warung tersebut.

Saat detikcom mengunjungi warung makan tersebut, banyak mahasiswa tengah menyantap menu rumahan yang disajikan Warung Rakyat Poer.

Purwanto mengatakan sudah mulai berjualan makanan dan minuman sejak tahun 1996. Pria yang kerap disapa Mas Pur ini, pada tahun 1996 berjualan di seberang warung miliknya saat ini. Saat itu ia menjual menu makanan nasi goreng, mie instan dan beraneka minuman.
Warung rakyat PoerWarung rakyat Poer Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Terus tahun 1998 menunya saya tambah nasi sayur dan berbagai jenis makanan rumahan, dan tahun 2000 baru pindah ke seberang ini (warungnya saat ini) dan sudah tidak jualan nasi goreng lagi," katanya saat ditemui di warung makannya, Dusun Saraban, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Kamis (28/3/2019).

Ia menceritakan warung makan miliknya mulai ramai dikunjungi mahasiswa setelah kampus ISI Yogyakarta pindah ke kampus Sewon saat ini. Pria yang sudah berjualan selaman 23 tahun ini menyebutkan sebelum kampus ISI pindah ke Kecamatan Sewon, warung makannya jarang ramai pengunjung.

"Kalau makan di sini (Warung Rakyat Poer) sistemnya prasmanan, jadi ngambil sendiri nasi dan lauknya, air putih juga. Tapi untuk minuman selain air putih pesan dulu," ucapnya.

"Harga? Di sini nasi pakai sayur Rp 4 ribu, kalau tambah lauk ya lebih, tergantung lauknya apa. Kalau nasi sayur sama telur ceplok Rp 7 ribu, pakai telur dadar setengah Rp 7 ribu dan telur dadar seperempat Rp 5.500. Minumnya es teh, es jeruk Rp 2.500, minuman sachet rasa-rasa Rp 3 ribu dan kalau air putih gratis," imbuhnya.

Ia melanjutkan, untuk menu makanan yang disajikan merupakan menu masakan rumahan seperti sayur daun pepaya, sop, oseng-oseng tempe, lele goreng, mangut lele, ayam goreng, sate jamur krispi dan aneka gorengan. Selain itu, terdapat perbedaan antara harga nasi sayur dan nasi tanpa sayur.

"Jadi beda harga kalau nasi sayur dan nasi tanpa sayur atau hanya pakai kuah. Kalau nasi kuah Rp 3 ribu, nasi kuah pakai tempe goreng satu Rp 3500, kalau imbuh (nambah) nasi lagi dihitung beda, jadi sekali nambah bayar Rp 3 ribu lagi," ujarnya.

Purwanto mengakui bahwa harga makanan murah yang ditawarkannya tidak membuat rugi. Bahkan, apabila ada harga salah satu bahan makanan yang naik ia tidak menaikkan harga menu makanan yang dijualnya.

"Ya harga segitu sudah untung meski sedikit-sedikit. Pokoknya ya tetap segitu aja harganya, kalau harga lombok naik harga makanan juga nggak saya naikkan, dianggap saja kalau harga bahan makanan naik sebagai risiko jualan mas," katanya.
Warung Rakyat Poer di Bantul, Penolong Mahasiswa Kantong CekakFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Dari hasil jualan makanan dan minuman tersebut, ia mengaku mampu mendapatkan penghasilan kotor Rp 1,3 juta setiap harinya. Penghasilan tersebut diperolehnya dari berjualan sejak pagi hingga jam 2 siang. Sedangkan di hari Sabtu dan Minggu ia tidak berjualan.

"Jatahnya buka sampai jam 2 siang, tapi seringnya sebelum jam 2 sudah tutup karena makanannya sudah habis semua," ucap Mas Pur panggilan akrabnya itu.

Salah satu pelanggan warung rakyat Poer, Bayu Wibawa (25) mengatakan ia sudah sering makan di warung tersebut, tepatnya sejak pertama masuk kuliah di tahun 2012. Bahkan, hingga saat ini ia masih sering makan di warung tersebut.

"Tahu warung Mas Pur karena dekat kampus, dan setelah makan di situ ternyata harganya murah, terus jadi sering ke sini (warung rakyat Poer)," ujarnya sembari menyantap makanan yang baru saja diambilnya.

Selain murah, alasan Bayu menjadikan Warung Rakyat Poer sebagai langganan tempat makan adalah karena tempatnya yang bersih dan jenis makanan yang dijual cukup lengkap.

"Selain murah, masakannya juga enak, dan yang paling penting bisa menyesuaikan porsinya mau seberapa," ujarnya disusul gelak tawa.
(bgk/bgs)