Dear Maba, Nikmati Murahnya Biaya Hidup Mahasiswa di Yogya

Ristu Hanafi - detikNews
Kamis, 28 Mar 2019 17:39 WIB
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal sebagai kota pelajar. Bukan berlebihan memang karena banyak berdiri sekolah maupun perguruan tinggi di wilayah ini.

Salah satunya di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY. Di kawasan ini berdiri puluhan perguruan tinggi, sekolah tinggi, akademi hingga politeknik, di antaranya UGM, UNY, UPN Veteran, Universitas Atma Jaya, Universitas Amikom, STIE YKPN, Institut Pertanian Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma dan Kampus Fakultas Ekonomi UII.

Sebagai penunjang kehidupan pelajar atau mahasiswa terutama yang berasal dari luar daerah, tentunya menjamur indekos dan warung makan di sekitar lokasi kampus. Untuk harganya, dipastikan sesuai dengan kantong pelajar dan mahasiswa.

Seorang mahasiswi UPN Veteran, Laras Dika Youlanda (20) merasakan murahnya biaya hidup di Yogya. Mahasiswi asal Padang, Sumatera Barat ini mengeluarkan uang saku tak lebih dari Rp 1,5 juta per bulan. Uang saku itu cukup untuk memenuhi segala kebutuhannya, seperti makan, keperluan pribadi, transportasi hingga biaya untuk keperluan tugas kuliah.

"Per bulan sekitar Rp 1,5 juta, itu udah semuanya, dari makan, transportasi, sama misalnya butuh apa untuk ngerjain tugas kuliah," kata Laras kepada detikcom, Kamis (28/3/2019).

Untuk biaya sekali makan, mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2017 ini mengeluarkan uang rata-rata Rp 10.000. Dia juga tak kesulitan mencari warung makan.

"Nyari tempat makan mudah, harganya juga murah-murah. Ada yang Rp 5.000-10.000 sekali makan. Contohnya masakan padang, di Padang itu harganya bisa Rp 20.000-25.000, di Yogya Rp 10.000 sudah dapat ayam, kalau pesan lewat aplikasi malah bisa Rp 7.000," akunya.

Sedangkan untuk biaya indekos yang berada tak jauh dari lokasi kampus, Laras mengeluarkan biaya sewa Rp 500 ribu per bulan. Fasilitas yang dia peroleh kamar cukup lengkap, yakni kasur, lemari, meja kecil, free wifi dan kamar mandi luar pakai shower.

Biaya hidup yang murah inilah yang menjadi salah satu alasan Laras menempuh kuliah di Yogya. Selain tentunya juga kualitas perguruan tinggi yang ada di DIY.

"Waktu SMA banyak acara di TV yang mengulas soal Yogya, banyak perguruan tinggi, wisata, juga kehidupan masyarakat dan yang jelas biaya hidup terbilang murah," tuturnya.
(bgk/bgs)