DetikNews
Sabtu 23 Maret 2019, 09:15 WIB

Mengunjungi Bengkel Kerja Siswoyo, Pelukis Patri Asal Kota Tegal

Imam Suripto - detikNews
Mengunjungi Bengkel Kerja Siswoyo, Pelukis Patri Asal Kota Tegal Siswoyo, pelukis patri dari Kota Tegal (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Kota Tegal - Solder merupakan alat pemanas yang lazim dipakai untuk melelehkan atau mamatri logam tinol pada rangkain eketronik. Namun di tangan warga Kota Tegal, Jawa Tengah, alat ini justru dipakai untuk melukis.

Siswoyo (39), seniman lukis warga Jalan Teuku Umar, Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, ini tidak menggunakan cat dan kanvas dalam melukis. Alat yang dipakai adalah alat patri atau solder dan selembar triplek dan kayu.

Saat ditemui di rumahnya Sabtu (23/3/2019), Siswoyo tengah mengerjakan lukisan foto Presiden Joko Widodo pesanan seorang warga di Brebes. Siswoyo memanfaatkan sebagian ruang tamu di rumahnya, sebagai ruang kerja sekaligus galery bagi lukisan-lukisannya.
Mengunjungi Bengkel Kerja Siswoyo, Pelukis Patri Asal Kota TegalSiswoyo, pelukis patri dari Kota Tegal (Foto: Imam Suripto/detikcom)


Bapak satu anak ini, mengaku bisa menyelesaikan satu lukisan foto dalam kurun waktu tiga sampai lima hari, tergantung tingkat kesulitan foto yang dilukisnya. Untuk foto Presiden Jokowi ini, Siswoyo mentargetkan selesai dalam tiga hari.

Dalam membuat sebuah lukisan, terlebih dulu menghaluskan permukaan triplek. Tujuannya agar permukaan triplek lebih mudah digores dengan solder dan goresannya lebih rata, sehingga hasil lukisannya lebih bagus.

"Untuk melukis, saya menggunakan dua buah solder. Satu solder ujungnya runcing untuk melukis bagian-bagian yang detil sesuai sketsa. Sedangkan satu solder yang ujungnya pipih dipakai untuk menggores bagian lukisan yang lebih lebar," ungkapnya.
Mengunjungi Bengkel Kerja Siswoyo, Pelukis Patri Asal Kota TegalSiswoyo dan karyanya (Foto: Imam Suripto/detikcom)

Siswoyo mengaku awalnya iseng membuat lukisan solder foto anaknya. Namun tak disangka, banyak yang tertarik dengan hasil karyanya setelah diunggah di media sosial. Kini siswoyo telah menerima sejumlah pesanan dari sejumlah kota seperti Pati, Karanganyar dan Brebes.


Sebelum melukis dengan media triplek dan solder, Siswoyo mengaku pernah mencoba membuat lukisan ukir kaca. Namun itu tidak dilanjutkan karena dianggap kurang ramah lingkungan. Media kaca menimbulkan polusi serbuk kaca yang berbahaya bagi kesehatan.

"Untuk satu lukisan dengan ukuran A3 saya banderol Rp 200 ribu. Rencananya saya akan membuat koleksi lukisan toko-tokoh besar, seperti Abdurahman Wahid alias Gus Dur, Soekarno dan tokoh-tokoh pahlawan," pungkasnya.



Tonton juga video Inspiratif! Ini Sketsa Keren Karya Pelukis Tanpa Tangan:

[Gambas:Video 20detik]


(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed