Bu Nis Bantah Akun Twitter Bu Lis yang Serang Sandiaga Uno

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 18 Mar 2019 19:27 WIB
Niswatin Naimah, penderita kanker yang diceritakan Sandiaga di debat cawapres. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Sragen - Nama Bu Lis sempat disebut Sandiaga Uno dalam debat cawapres tadi malam sebagai penderita kanker yang obatnya tak tercover BPJD. Selepas debat, akun twitter Lies Sugiyarti pun muncul dan jadi perbincangan karena menyerang Sandiaga Uno.

Akun tersebut bercuit seakan-akan dialah Bu Lis yang dimaksud Sandiaga Uno. Setelah ditelusuri, Bu Lis yang dimaksud Sandi ialah Niswatin Naimah, Warga Desa Bentak, Sidoharjo, Kabupaten Sragen.

Kepada wartawan, Niswatin memastikan akun Lies Sugiyarti yang menyerang Sandiaga bukanlah dirinya. Dia juga enggan mempersoalkan akun tersebut.

"Yang dimaksud Pak Sandi itu saya. Kalau ada akun seperti itu cuma ngaku-ngaku, hoaks itu," katanya saat ditemui wartawan di kawasan Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Senin (18/3/2019).

"Itu kan pasti sudah ditangani timnya Pak Sandi. Saya cuma ingin fokus ke penyembuhan penyakit saya saja," ujarnya.

Niswatin dan Sandi memang pernah bertemu dalam kampanye di Pasar Bunder, Sragen, 30 Desember 2018 lalu. Niswatin menyampaikan aspirasi tentang pengobatan penyakit kanker payudaranya yang tidak dicover BPJS Kesehatan.


Sandiaga juga pernah menceritakan pertemuannya dengan Niswatin, pernah dia ceritakan di akun facebook Sandiaga Uno. Saat itu pun Sandi menyebut Niswatin sebagai Lieswati.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sriyanto Saputro, turut mengklarifikasi kemunculan akun Lies Sugiyarti. Menurutnya, pembuat akun tersebut kecele karena nama Bu Lis merupakan nama yang salah sebut.

"Padahal kan namanya Niswatin. Kalau Bang Sandi ingatnya Bu Lis, saya kira wajar karena waktu itu saya ikut mendampingi Bang Sandi, kerumunan massa luar biasa sehingga terdengarnya Bu Lis," kata Sriyanto.


Menurutnya, kasus tersebut akan ditangani tim BPN di Jakarta. Namun dia berharap kepolisian tetap menelusuri akun itu.

"Mudah-mudahan dari kepolisian bisa menelusuri. Saya kira kalau ada niat gampang menelusurinya. Seperti itu tanpa dilaporkan pun kalau ada niat sangat mudah dicari," katanya. (bai/sip)