Bukan Bu Lis, Ini Dia Penderita Kanker di Sragen yang Dimaksud Sandi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 18 Mar 2019 14:58 WIB
Niswatin Naimah (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sragen - Nama 'Bu Lis' sempat disebut Sandiaga Uno dalam debat Cawapres tadi malam. Ternyata yang dimaksud ialah Niswatin Naimah (44), warga Sragen yang pernah bertemu Sandi di Pasar Bunder, Sragen, 30 Desember 2018.

Berdasarkan video yang tersebar, Bu Nis memang pernah menyampaikan aspirasinya kepada Sandi. Saat itu Niswatin memang tidak terlalu jelas menyebutkan namanya, sehingga Sandi mendengarnya sebagai Bu Lis.

"Yang dimaksud Pak Sandi itu saya," kata Niswatin di kawasan Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Senin (18/3/2019).


Dalam pertemuannya dengan Sandi, ia mengaku sebagai penderita kanker payudara yang pengobatannya tidak tercover BPJS Kesehatan. Padahal sebelumnya, jenis pengobatan tersebut dicover BPJS.

Niswatin yang kemarin menonton debat cawapres, mengaku kaget karena Sandiaga bercerita tentang dirinya. Dia tidak menyangka Sandi masih mengingatnya.

"Iya kemarin nonton debatnya. Ya kaget saja, ternyata Pak Sandi masih ingat sama saya," ujar guru honorer SMK Muhammadiyah 1 Sragen itu.

Kekeliruan penyebutan nama itu, menurutnya wajar. Sebab saat di Pasar Bunder, Sragen, kondisinya ramai dan dia pun menggebu-gebu menyampaikan aspirasinya.

"Saya saat itu memang datang karena tahu Pak Sandi ke situ. Tapi saya menyampaikan itu spontan saja, sampai menggebu-gebu, karena memang saya rasakan betul," ujar warga Babadan RT 08 RW 02, Desa Bentak, Sidoharjo, Sragen itu.


Sebelumnya, Cawapres Sandiaga Uno kembali mengungkap kisah masyarakat di panggung debat. Kali ini yang diungkap adalah kisah Bu Lis dari Sragen.

"Kisah yang dihadapi Ibu Lis di mana program pengobatannya harus terhenti karena tidak dicover oleh BPJS itu tidak boleh lagi kita tolerir Indonesia. Apalagi akan menjadi negara-negara yang ekonominya nomor lima terbesar di dunia di 2045," tutur Sandiaga dalam debat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3) malam.

Sandiaga menyatakan persoalan yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan ini akan diselesaikan apabila dia dan Prabowo Subianto menang dalam Pilpres 2019.

"Dalam 200 hari, akar masalah dari BPJS Kesehatan ini akan dihentikan," kata Sandiaga. (bai/mbr)