DetikNews
Senin 18 Maret 2019, 13:26 WIB

Info Pakai Nama BMKG soal Bendungan Kritis di DIY Dipastikan Hoax

Ristu Hanafi - detikNews
Info Pakai Nama BMKG soal Bendungan Kritis di DIY Dipastikan Hoax Banjir di Dusun Bendungan Kidul, Wates, Kulon Progo. (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Sleman - BMKG DIY mengklarifikasi kabar hoax yang menyebutkan badai mengakibatkan debit air bendungan melebihi batas aman. Berikut isi klarifikasi BMKG.

Pada tanggal 17 Maret 2019 beredar berita melalui media sosial yang mengatasnamakan BMKG DIY dengan isi sebagai berikut:
Info dr BMKG @DIY akan tjd badai dr tgl 17 sd 20, puncak badai tgl 18-19 dan akan berakhir tgl 20, kekuatan angin mencapai 45 knots, monggo yg punya pohon bsr d mulai rapuh segera ditebang saja demi keamanan bersama d info di bbrp Bendungan mulai sore ini debit air sdh melebihi batas aman d dlm status siaga, hatiĀ² d waspada Lurrr dimanapun qt berada [jgn terlalu pules istirahatnya malam ini.

"Kami BMKG DIY, Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta menyatakan bahwa berita tersebut adalah hoax karena bukan bersumber dari kami dan isi berita tersebut tidak benar atau tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," kata Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Reni Kraningtyas, dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/3/2019).


Reni menjelaskan, bahwa hujan kategori sangat lebat di DIY yang turun selama 1 hari (17 Maret 2019) telah menimbulkan banjir di wilayah Bantul dan Kulon Progo. Pengukuran curah hujan di Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta mencapai 107 mm.

Analisis dinamika-atmosfer berdasarkan streamline 17 Maret 2019 pukul 07.00 WIB, menunjukkan aktifitas TC Savannah di Samudera Hindia merupakan salah satu faktor yang berperan secara tidak langsung terhadap pembentukan awan-awan hujan di Jawa karena membentuk palung tekanan udara rendah (trough) memanjang dari pusat siklon hingga wilayah Jawa.

"Perkembangan hari ini 18 Maret 2019 berdasarkan streamline 17 Maret 2019 pukul 12.00 UTC menunjukkan pergerakan TC Savannah semakin menjauh dan tidak berpengaruh lagi terhadap pola angin dan pembentukan awan-awan hujan di Jawa," terangnya.


Secara umum curah hujan hari ini semakin menurun namun hujan ringan-sedang di wilayah DIY masih berpotensi hingga tanggal 20 Maret 2019 disebabkan oleh belokan angin (konvergensi) akibat aktivitas vortex (Low Pressure Area) di perairan sebelah selatan NTT dengan tekanan udara di pusatnya 1006 mb.

Video: Makam Raja-raja di Imogiri Ikut Kena Dampak Longsor

[Gambas:Video 20detik]



Menyikapi berita hoax yang marak beredar di Medsos, kami menghimbau kepada masyarakat Yogyakarta untuk:
1. Meyakini suatu berita adalah benar diantaranya dicirikan oleh adanya logo BMKG, isi berita disertai analisis meteorologi dengan menyebut sumber data analisis serta terdapat tempat/tgl realese dan pejabat BMKG DIY yang berwenang.
2. Memastikan kebenaran berita tersebut dengan mengklarifikasi kepada BMKG DIY, Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta.
3. Tidak menyebarkan berita yang diterima sebelum memastikan berita tersebut adalah benar atau valid dan bersumber dari BMKG.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed