DetikNews
Minggu 17 Maret 2019, 14:32 WIB

Pemilu 2019, Pagar Nusa Menyatakan Netral dan Siap Jaga NKRI

Ragil Ajiyanto - detikNews
Pemilu 2019, Pagar Nusa Menyatakan Netral dan Siap Jaga NKRI Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 sudah semakin dekat. Ribuan pendekar silat Pagar Nusa menggelar apel di Boyolali. Mereka menyatakan siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tangkal hoax.

Ribuan pendekar dari wilayah se-Solo Raya dan sekitarnya itu hadir untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-33 Pagar Nusa.

"Saya berharap Pemilu ini bisa diselenggarakan dengan baik, disambut masyarakat dengan riang gembira, karena ini adalah hanya pesta demokrasi lima tahunan," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Muhammad Nabil Haroen, disela-sela Apel Pendekar Pagar Nusa di Alun-alun Pemkab Boyolali, Minggu (17/3/2019).

Dia mengemukakan memang penting siapa yang akan dipilih dalam Pemilu mendatang. Namun masyarakat juga tidak boleh asal pilih, tetapi harus melihat rekam jejaknya, kapabilitas dan kapasitas calon yang akan dipilihnya.

"Namun lebih dari itu, tanggal 18 April (2019) dan seterusnya itu lebih penting bagi kita. Kita semuanya adalah bersaudara. Saudara sebangsa dan setanah air," ujar Gus Nabil, sapaannya.

Jelang Pemilu ini, dia menegaskan Pagar Nusa bersikap netral. Perguruan Silat Pagar Nusa harus menjadi penengah dan penyejuk serta tidak berada dibarisan hoax dan provokasi.

Bahkan, lanjut dia, di Pagar Nusa juga telah membentuk cyber army untuk membendung berita hoax yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Bahkan kinerja cyber army telah terbukti melawan berita hoax.

"Melalui acara ini kita juga menanamkan kepada para pendekar, pertama untuk rasa cinta tanah air. Kedua, taat dan patuh pada perintah Kyai, satu komando," jelasnya.

Sementara itu, Habib Musthofa Alaydrus, dalam ceramahnya meminta ribuan pendekar untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia ini. Terlebih menjelang Pilpres ini. Pagar Nusa diminta untuk tidak ikut menyebarkan hoax, namun justru harus menyebarkan kebenaran. Kemudian juga menjaga keutuhan NKRI.

"Berbeda pilihan boleh. Tapi mencari-cari kesalahan bahkan menghina itu tidak boleh. Dan kalau sudah ada yang menang, wajib kita hormati," kata Habib Musthofa.
pagar n



Tonton juga video KPU Imbau Pendidikan Politik Dini ke Anak-anak:

[Gambas:Video 20detik]


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed