DetikNews
Sabtu 16 Maret 2019, 11:30 WIB

Ribuan Pelajar Kudus Zikir Jelang UN dan untuk Korban Teror di Selandia Baru

Akrom Hazami - detikNews
Ribuan Pelajar Kudus Zikir Jelang UN dan untuk Korban Teror di Selandia Baru Suasana zikir pelajar di Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Ribuan pelajar dan pejabat Forkopimda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berzikir bersama hadapi ujian nasional (UN). Selain itu mereka juga mendoakan korban teror di Selandia Baru.

Hal itu tampak saat kegiatan yang dihelat di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (16/3/2019) pagi hingga siang. Pelajar yang ikut dari tingkatan SD, SMP, hingga SMA se-Kudus.

Mereka sebagian besar mengenakan seragam sekolah warna putih sesuai almameter masing-masing.

Seluruh peserta duduk lesehan. Ada yang menggunakan tikar, plastik, atau di atas trotoar dan aspal tanpa lapisan duduk. Berbagai lafal zikir, selawat, dan doa terlantun dari mulut mereka.


Suasana cuaca yang mendung tipis, membuat peserta khusyuk menirukan lafal zikir yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kudus Hamdani. Siswa dan guru bergemuruh mengumandangkan zikir.

Tidak sedikit dari mereka yang terhanyut dengan doa bersama hari ini tadi. Bahkan ada juga siswi yang sampai mengusap air matanya ketika melafalkan zikir.

"Selain zikir dan doa agar Allah memudahkan siswa menjalani UN. Kita juga ikut mendoakan korban di Selandia Baru, kemarin," ujar panitia dengan pengeras suara di panggung.

Bupati Kudus M Tamzil mengungkapkan kegiatan merupakan bentuk semangat kepada siswa yang akan menjalani UN nanti.


"Saya kira perlu, dari segi batin terutama, doa ini diiringi usaha anak-anak. Selama ini sudah dilakukan. Ujian ini cukup berat ya bagi anak-anak. Karena di samping itu sekarang situasinya sudah berbeda. Ada HP, laptop, di luar situasi seperti itu. Konsentrasi siswa dalam belajar perlu dipacu supaya maksimal," katanya.

Dalam kesempatan itu, kata Tamzil, mereka juga melantunkan doa untuk saudara jadi korban di Selandia Baru.

"Di New Zealand, saya kira harus didoakan, agar diterima Allah dan keluarga yang ditinggal bisa tabah. Khususnya umat Islam. Mereka agar tidak terpancing, tidak emosi, serahkan pada aparat di sana. Kita harus jaga konsentrasi," pungkasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed